Halo semua, kali ini saya akan membahas tentang Cara Memanen Padi Gogo.

Cara Memanen Padi Gogo

Tahapan proses pemanenan padi gogo yang dilakukan oleh petani dimulai dengan penentuan umur panen.

Penentuan umur panen dapat dilakukan secara visual dengan melihat penampilan fisik padi, melihat umur tanaman berdasarkan deskripsi masing-masing varietas.

Umur panen optimum sangat menentukan mutu maupun kehilangan hasil saat panen. Padi yang dipanen sebelum masak maksimal akan menghasilkan kualitas  gabah maupun beras yang tidak maksimal pula.

Proses panen padi gogo meliputi beberapa tahap kegiatan yaitu sebagai berikut :

A. Penentuan Saat Panen

Penentuan saat panen adalah tahap awal dari kegiatan proses panen padi gogo. Umur panen yang tepat adalah apabila 90 sampai 95 % butir gabah pada malai padi sudah berwarna kuning atau kuning keemasan.

Padi yang dipanen pada kondisi tersebut akan menghasilkan gabah berkualitas baik sehingga menghasilkan hasil panen yang berlimpah.

B. Pemanenan

Memanen padi harus dilakukan pada umur panen yang tepat, apabila tidak tepat/pas maka pemanenan padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu hasil yang rendah.

Pada tahap ini, kehilangan hasil dapat mencapai 9,52 % apabila pemanen padi dilakukan secara tidak tepat/padi belum matang maksima secara keseluruhan.

Umur panen padi gogo itu bervariasi tergantung pada varietas dan lingkungan tumbuhnya.

Panen sebaiknya dilakukan saat padi sudah menguning >90% (33-36 hari setelah berbunga),  dimana ciri-cirinya pada bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau dan kadar air gabah 21-26 %.

C. Penumpukan dan Pengumpulan

Penumpukan dan pengumpulan adalah tahap penanganan pasca panen setelah padi dipanen. Ketidaktepatan dalam mengumpulkan dan menumpuk  padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup tinggi.

Untuk menghindari atau mengurangi terjadinya kehilangan hasil sebaiknya pada saat padi diangkut dan ditumpuk diberikan alas.

Penggunaan alas dan wadah pada saat penumpukan dan pengangkutan dapat mengurangi tingkat kehilangan hasil antara 0,94 – 2,36 %.

D. Pengangkutan

Pengangkutan merupakan kegiatan memindahkan gabah setelah panen dari sawah ke rumah atau ke unit penggilingan padi untuk dikeringkan atau memindahkan beras dari penggilingan ke gudang atau ke pasar.

E. Perontokan

Perontokan adalah tahap penanganan pasca panen setelah pemotongan, penumpukan dan pengumpulan padi.

Pada tahap ini, kehilangan hasil akibat dilakukannya panen pada waktu yang tidak tepat dalam melakukan perontokan dapat mencapai lebih dari 5 %.

Cara perontokan padi telah mengalami perkembangan dari hanya menggunakan papan gebyok menjadi menggunakan pedal thresher dan power thresher.

Perontokan dengan digebyok (memukulkan batang padi pada papan) sebaiknya dihindari karena timgkat kehilangan hasilnya cukup besar, bisa mencapai 3,4%.

F. Pengeringan

Pengeringan merupakan proses pengurangan kadar air yang terdapat pada padi sampai mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk digiling sehingga aman untuk disimpan dalam waktu yang lama.

Kehilangan hasil akibat dilakukannya panen pada waktu yang tidak tepat dalam melakukan proses pengeringan dapat mencapai 2,13 %.

Pengeringan gabah dilakukan selama 3-4 hari selama 3 jam per hari hingga kadar airnya tersisa 14%.

Secara tradisional padi dijemur di lantai semen dialasi plastik/tikar anyaman bambu di halaman, tetapi pada saat ini cara pengeringan padi telah berkembang dari cara penjemuran menjadi pengering buatan.

G. Penyimpanan

Penyimpanan adalah tindakan untuk mempertahankan gabah/beras agar tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu.

Apabila penyimpanan gabah/beras tidak tepat, dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur, respirasi,  dan serangan serangga, kutu beras yang dapat menurunkan mutu serta kualitas gabah/beras.

Cara penyimpanan gabah/beras dapat dilakukan dengan cara  menggunakan kemasan/wadah seperti karung plastik karung goni, dan lain-lain.

Tempat penyimpanan juga sangat mempengaruhi datangnya serangan serangga gudang terhadap gabah yang disimpan. Ciri-ciri tempat penyimpanan yang tidak baik yaitu kelembaban tinggi dan temperatur yang tidak sesuai akan memacu perkembangbiakan serangga.

Walaupun kadar air gabah sudah memenuhi standar setelah dikeringkan, ketidak sesuaian penyimpanan tempat justru akan meningkatkan kembali kadar air gabah.

H. Penggilingan

Penggilingan merupakan proses untuk mengubah gabah menjadi beras. Adapun proses penggilingan gabah meliputi pengupasan sekam, pemisahan gabah, pembersihan beras, pengemasan dan penyimpanan.

Kehilangan hasil dalam proses penggilingan disebabkan oleh gabah ikut terbuang bersama sekam, gabah dan beras tercecer.