Sampah organik selain hanya dibuang ternyata masih memiliki banyak manfaat jika kita mampu mengolahnya dengan baik dan benar.Ada banyak cara untuk mengolah sampah organik ini,salah satunya dengan cara pembuatan kompos organik.

 

Cara Pembuatan Kompos Organik Jenis Aerob Bisa Diterapkan Dirumah!!!

 

Kompos memiliki banyak jenis antara lain, kompos Aerob,Bokashi,Cair,Padat,dll.Pada artikel kali ini akan berisi cara pembuatan kompos organik dengan jenis atau metode Aerob.Cara ini bisa diterapkan dimana saja dan memiliki manfaat yang luarbiasa bagi tanah,tumbuhan dan juga bisa menjadi sumber pendapatan jika hasil pembuatan kompos aerob tersebut diperjual belikan.

Kalian juga dapat melihat referensi lain tentang Pembuatan  kompos pada artikel berikut cara pembuatan kompos .

 

Pengertian Pupuk Kompos Aerob

 

Merupakan kompos yang dibuat dengan proses biokimia yang melibatkan oksigen,sisa tanaman dan kotoran hewan yang menjadi bahan baku utama dalam pembuatan pupuk kompos aerob ini.

Kompos Aerob ini memperlukan waktu sekitar 40 sampai 50 hari untuk proses pembuatanya.Hal ini bergantung pada jenis dekomposer dan bahan baku pupuk yang dipakai.

 

Hal – hal yang Harus Diperhatikan Ketika Akan Membuat Kompos Aerob :

 

  • Proses pembuatan kompos aerob sering dilakukan dilingkungan yang terbuka dikarenakan pembuatan kompos dengan metode aerob dilakukan dengan bantuan sirkulasi udara .
  • Harus diperhatikan bahwa perbandingan karbon (C) dan nitrogenyan (N) < 30:1,dan kadar air 40-50% serta pH sekitar 6-8, untuk membuat kompos aerob.
  • Siapkan lahan 10 meter persegi untuk media pengomposan, sebisa mungkin cari tempat yang teduh untuk menghindari terkena hujan.
  • Menyiapkan bak kayu dari papan yang lebarnya 1 meter dan panjang 1,5 meter , Bisa mengunakan papan kayu dengan lebar 30 sampai 40 cm.

 

 

Bahan yang Digunakan Untuk kompos Aerob

 

  • Hijauan leguminosa.
  • Jerami.
  • Gedebok.
  • Pisang.
  • Kotoran ungags.
  • Arang sekam padi.

 

Cara Pembuatan Kompos Organik Aerob :

 

  1. Pertama – tama menyiapkan bahan organik yang akan akan diolah menjadi kompos, Bisa ditambahkan kotoran ternak untuk membuat hasil kompos menjadi lebih lebih baik. Selanjutnya cacah cacah bahan, namun jangan terlalu halus karena akan mempengaruhi hasil aerasi pada saat pengomposan berlangsung.Supaya mudah dalam pencacahan dapat dengan menggunakan mesin pencacah kompos.
  2. Lalu, masukkan bahan ke dalam bak kayu yang telah dibuat sebelumnya . Isi seluruh bak kayu sampai penuh.Setelahnya Semprotkan air pada tumpukan material organik tersebut untuk memberikan kelembapan. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan pemberian dekomposer seperti EM4.
  3. Setelah padat, naikkan bak kayu papan sampai ketinggian kompos sekitar 1,5 meter. Lalu biarkan tumpukan kompos selama 2-4 hari supaya dapat membunuh bakteri patogen, jamur dan gulma, suhu kompos dapat mencapai 65o
  4. Selanjutnya pada hari ke-4,lakukan penurunkan suhu untuk menjaga kelembaban dengan cara membolak-balikkan kompos, lalu siram kompos dengan air. Untuk melindungi dari hujan bisa ditutup dengan terpal.
  5. Lalu membalikan kompos dengan cara mengangkat bak kayu dari tumpukan kompos . Taruh disamping kompos, setelah itu pindahkan bagian dari kompos paling atas ke dalam bak kayu dengan besamaan sambil kompos diaduk.
  6. Proses pembalikkan ini akan lebih baik jika dilakukan 3 hari sekali sampai proses pengomposan dirasa sudah telah selesai. Tanda proses pembalikan berhasil adalah suhu menjadi stabil dibawah 45oC, warna kompos menjadi hitam kecoklatan dan volume menyusut hingga 50%. Jika sudah berhasil tinggal hanya menunggu proses pematangan selama 14 hari.
  7. Biasanya kompos dapat dipanen setelah umur 40-50 hari, namun semua itu tergantung keadaan dekomposer dan bahan baku kompos yang digunakan.
  8. Pupuk kompos yang matang akan berwarna hitam kecoklatan, teksturnya gembur, dan tidak berbau.

 

Demikian dari artikel ini. Semoga dengan ini kita menjadi lebih peduli dengan sampah serta tidak selalu memandang buruk sampah. Serta bisa memanfaatkan potensi dari sampah tersebut sehingga dapat memberikan manfaat kembali ke kita semua.