Hai teman teman semua , apa kabar kalian? . Kali ini kita akan membahas dan mempelajari cara membuat briket arang kayu . Teman teman penasaran ? baca sampai akhir ya…

Kita tahu bahwa indonesia adalah negara yang memiliki hutan yang sangat luas jadi tidak dapat dipunkiri kalau indonesia memiliki banyak kayu . Tetapi banyak kayu kayu di daerah ki misalnya yang pasti di buang kalau sudah tidak dapat digunakan . Sebenarnya kayu itu masih dapat digunakan untuk dijadikan briket. Dengan membuat briket arang kayu ,kayu kayu itu akan menjadi lebih bermanfaat .

serbuk kayu briket

Alternatif Pembuatan Arang dari Limbah Kayu
Cara pembuatan arang menggunakan tungku drum
A. Pembuatan tungku drum
B. Perlakuan kayu untuk bahan baku
C. Cara pengisian kayu ke dalam tungku
D. Cara pembakaran
E. Penutupan lubang udara
F. Penambahan bahan baku
G. Pendinginan arang
Cara pembuatan arang menggunakan tungku lubang tanah
A. Dimensi tungku lubang
B. Perlakuan bahan baku
C. Penyusunan bahan baku di dalam lubang
D. Cara pembakaran kayu
E. Penutupan lubang udara
F. Proses pendinginan arang
G. Pembongkaran tungku
H. Hasil akhir arang kayu

Pada pembuatan arang kayu dengan cara metode lubang tanah, yang perlu diperhatikan lagi adalah pemilihan lokasi pembuatan lubang tungku itu. Usahakan lokasi pembuatan lubang terletak relatif terlindung dari pengaruh hujan dan agak landai. Hal ini juga untuk mempermudah di dalam kegiatan pembuatan arang nantinya. Beberapa kelebihan pembuatan arang dengan menggunakan metode tungku lubang tanah, disamping volume kayu yang bisa dibuat – ukuran bahan baku dari kayu limbah yang digunakan bisa relatif besar, dibandingkan dengan menggunakan tungku drum.

Asap hasil pembakaran pada proses pembuatan arang kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan cuka kayu. Kegiatan ini juga bisa dilakukan pada saat pembuatan arang dengan menggunakan metode tungku lubang tanah serta drum. Beberapa manfaat dari cuka kayu, diantaranya dapat digunakan sebagai insektisida dan herbisida organik. Hal ini berarti pemanfaatan cuka kayu sebagai insektisida akan lebih aman untuk lingkungan.

serbuk kayu

1. Stacking kurang rapat, hal ini akan memberikan rongga udara cukup tinggi dan mempengaruhi hasil arang yang kurang baik meskipun waktunya cepat.
2. Bagian tumpukan kayu di atas tungku/dapursemi permanen cukup tinggi sedangkan tinggi tungku/dapur hanya 1,15 m. Ketinggian tungku/dapur tersebut memudahkan penyusunan kayu karena ketinggiannya dapat dijangkau namun arang yang dihasilkan kemungkinan yang baik sedikit yaitu yang tertutup dinding.
3. Bagian atas tumpukan diberikan ruang selebar 20 cm yang tidak ditimbun dengan tanah tetapi hanya
ditutup dedaunan sebagai tempat keluarnya asap. Hal ini akan mempercepat karbonisasi
namun arang yang dihasilkan jelek.
4. Dinding tungku/dapur terbuat dari batu gamping yang masih bisa menyerap panas
karbonisasi dalam tungku sehingga suhu karbonisasi kurang maksimal.
5. Pintu pengeluaran arang terbuat dari batu gamping yang harus disusun sesuai lebar
pintu dengan bantuan perekat tanah basah. Di lain pihak, batu-batu tersebut ukurannya
berbeda dan sehingga penyusunannya tidak begitu rapat yang diinginkan dan masih menyisakan
celah keluar-masuknya udara. Hal ini juga akan mengakibatkan proses cepat tapi kualitas arang
yang kurang baik.
6. Keluhan dari masyarakat sekitar atas asap yang ditimbulkan dari pembuatan arang ini.

Mungkin sampai sini saja materi atau pembahasan yang dapat saya jelaskan . Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua dan semoga teman teman dapat pelajaran baru atau pengetahuan baru setelah baca artikel ini.