Pada Artikel ini saya akan menjelaskan tentang cara fermentasi jerami untuk pakan sapi atau pun ternak hewan lainnya. Yuk! Simak penjelasannya dibawah ini.
Hijauan merupakan pakan pokok untuk ternak ruminansia. Umumnya hijauan berasal dari tanaman rumput-rumputan dan kacang-kacangan. Kesukaran hijauan makanan ternak setiap tahun terutama pada musim kemarau merupakan masalah yang harus dipecahkan.
Eskalasi produksi hijauan makanan ternak dibatasi oleh kecendrungan makin sempitnya lahan akibat jumlah penduduk yang selalu bertambah dan perluasan lahan pertanian. Untuk itu kegunaan limbah pertanian untuk pakan ternak dapat menjadi solusi masalah ini.
Dari berbagai macam limbah pertanian yang mempunyai potensi besar untuk dijadikan sebagai pakan ternak adalah jerami padi. .
Jerami padi yang dipanen menggunakan mesin panen padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan karena selalu dibakar setelah proses pemanenan.
Pembentukan jerami padi bervariasi yaitu dapat mencapai 12-15 ton jerami segar per ha satu kali panen, atau 4-5 ton jerami kering per ha tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan.
Oleh sebab itu jerami padi sangat penting artinya untuk dimanfaatkan menjadi makanan ternak ruminansia khusususnya sapi potong, kambing dan domba. Hanya saja jerami padi kualitasnya rendah , dimana jerami padi mengandung serat kasar dan silikat yang tinggi sedangkan kadar protein dan daya cernanya rendah.
Untuk meningkatkan mutu jerami padi. perlu dilaksanakan proses fermentasi dengan menggunakan urea dan probiotik. Probiotik yaitu mix berbagai mikro organisme yang berguna untuk mempercepat proses pemecahan serat jerami padi, sehingga mudah dicerna oleh ternak.
Proses Pembuatan Cara Fermentasi Jerami

Pembentukan fermentasi jerami dilaksanakan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Dimana untuk kapasitas 10 ton bisa dibuat bangunan dengan ukuran 4 x 5 m. Lantai dasar bisa dibuat dari semen atau tanah yang dipadatkan dan ditinggikan dari tempat sekitarnya, tanpa didinding. Bahan bangunan menggunakan kayu atau bambu. Untuk atap bisa berupa seng atau bahan yang tersedia di tempat. Jarak lantai ke atap 3 m.
Proses Fermentasi di Laksanakan dengan 2 Tahap
Tahap Pertama Cara Fermentasi Jerami
– Jerami padi yang baru dipenuaian dengan kadar air 65%Â
– Lalu ditumpuk ditempat yang telah disediakan dengan ketinggian 20 cm
– Taburi urea serta probiotik secara merata dengan takaran masing-masing 2.5 kg untuk setiap 1 ton jerami padi
– Tambahkan lagi timbunan jerami padi setebal 20 cm lalu taburi lagi urea serta probiotik secara merata, demikian seterusnya sampai tumbukan jerami padi mencapai 1-2 m
– Diamkan selama 14 hari, supaya proses fermentasi berlangsung secara sempurnaTahap kedua:
– Tumpukan jerami padi yang sudah mengalami proses fermentasi, diangin-anginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung
– Setelah kering jerami fermentasi dapat diberikan kepada sapi sebagai pakan pengganti rumput segarHasil fermentasi jerami yang baik ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut
– Baunya agak harum
– Warnanya kuning agak kecoklatan
– Teksturnya lemas(tidak kaku)
– Tidak busuk dan tidak berjamur
Pemberian pada Ternak

Jerami padi yang difermentasi dijadikan untuk pakan berserat utama untuk ternak sapi, diberikan sebanyak 6-8 kg/ekor/hari. Sebaliknya pakan konsentrat diberikan sebanyak 1 % dari berat badan.
Formula bagi pakan konsentrat bisa disesuaikan dengan bahan yang ada ditempat, salah satu contoh formula ransum pakan konsentrat adalah 50% dedak, 22% jagung halus dan 18% bungkil kelapa, 5% Tepung Ikan, 4% mineral dan 1% garam.
Di yentit.com, saya adalah seorang penulis yang memiliki minat besar dalam perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya juga senang belajar hal-hal baru dan dengan senang hati berbagi informasi seputar bisnis serta tips terbaru yang bermanfaat.