Jagung merupakan komuditas penting kedua setelah padi karena jagung dapat digunakan sebagai bahan baku pangan dan pakan. Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian telah menghasilkan teknologi budidaya jagung dalam upaya mencapai produktivitas maximal yaitu pengeloaan tanaman secara terpadu (PTT).
Beberapa komponen teknologi PTT yang mampu meningkatkan produktivitas jagung antara lain penggunaan varietas unggul baru yang dikombinasi dengan komponen teknologi lainnya seperti pemupukan.
Unsur hara N, P,dan K merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Terlebih lagi untuk tanaman jagung membutuhkan unsur N sepanjang hidupnya yang dapat mempengaruhi kebutuhan protein dan klorofil (Sudjana et al. 1991).
Menurut Pinus L, (2008) Unsur N berperan dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis, unsur P berfungsi mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah sedangkan unsur K sebagai sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.
Cara dan waktu pemupukan berpengaruh terhadap hasil jagung, dimana pemupukan dengan cara menyebar di atas permukaan tanah menyebabkan sebagian pupuk yang diberikan menguap dan hilang sehingga sebagian kecil pupuk yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman karena dibiarkan terbuka.
Unsur hara N yang terkandung dalam pupuk urea umumnya dalam tanah bersifat mobile, mudah hilang karena penguapan dan tercuci. Untuk mengurangi kehilangan pupuk terutama urea sebaiknya pemupukan dilakukan dengan cara ditugal dan dilakukan beberapa kali atau bertahap.
Menurut akil dkk (2009) menyatakan bahwa pemupukan dengan cara ditugal dapat meningkatkan hasil jagung baik pada lahan sawah tadah hujan maupun lahan kering dibandingkan dengan aplikasi disebar diatas permukaan tanah maupun dengan cara dilarutkan sebelum diaplikasikan di sekililing tanaman.
emupukan dengan cara ditugal menyebabkan hara yang terkandung dalam pupuk dapat diserap oleh tanaman secara bertahap sesuai dengan kebutuhan tanaman dan mencegah terjadinya penguapan hara.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk urea sebanyak 3 kali yaitu pada umur 7, 25 dan 40 hari setelah tanam, akan memberikan produktivitas hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian urea sebanyak 2 kali atau 1 kali.
Sedangkan untuk unsur hara P bergerak sangat lambat di dalam tanah sehingga aplikasinya perlu dilakukan pada saat awal pertumbuhan tanaman yaitu pada umur 7 hari setelah tanam, agar pupuk dapat diserap tanaman dengan lebih optimal.
Contoh teknologi pemupukan jagung yang di lakukan oleh BPTP Balitbangtan NTB di lahan pengkajian Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah pada musim tanam kedua (MK II ) pada tahun 2017, yaitu dengan cara ditugal.
Dosis pemupukan yang dilakukan berdasarkan rekomendasi menggunakan uji tanah PUTS sehingga diperoleh rekomendasi pemupukan sebagai berikut : urea 200 kg/ha + NPK Phonska 200 kg/ha.
Pemupukan pertama umur 7-14 hari setelah tanam (hst) dengan dosis NPK Phonska 200 kg/ha + 20% urea (40 kg/ha), dan pemupukan kedua pada umur 30 – 35 hst dengan dosis Urea 160 kg/ha.
Aplikasi pupuk dengan cara ditugal 5-10 cm dari batang tanaman, setelah pupuk diletakkan dalam lubang tanam, lalu ditutup dengan tanah atau pupuk kandang, agar pupuk tidak menguap/hilang. Pemupukan dengan cara ini dapat meningkatkan Produktivitas jagung petani sebesar 9,1 ton/ha,
dibandingkan petani yang tidak menerapakan teknologi tersebut hanya mampu menghasilkan jagung sebesar 6,9 ton/ha. Cara dan dosis pemupukan ini tentunya dapat dijadikan acuan bagi petani jagung, agar dapat meningkatkan produktivitas jagungnya, khususnya untuk petani kecamatan Pringgarata dan Petani jagung umumnya yang ada di NTB.
terdapat banyak pilihan pupuk yang bisa digunakan untuk pemupukan tanaman jagung. Namun, jika ingin mendapatkan buah jagung yang besar ada beberapa pupuk yang perlu diaplikasikan
Pupuk untuk jagung agar buahnya besar bisa menggunakan pupuk NPK Phonska 15-15-15. Sesuai dengan komposisi yang tertulis pada kemasan, pupuk NPK Phonska 15-15-15 mengandung unsur nitrogen 15 persen, fosfat 15 persen, dan kalium 15 persen.
Agar buah jagung besar, pupuk NPK phonska 15-15-15 perlu dicampurkan dengan pupuk urea dengan perbandingan 1:1. Aduk kedua pupuk sampai tercampur merata.
Setelah pupuk NPK Phonska dan pupuk urea tercampur merata, taburkan ke media tanam atau tanah di tanaman jagung. Takaran campuran pupuk NPK Phonska dan pupuk urea bisa kamu gunakan dengan satu genggaman tangan.
Satu genggaman tangan campuran pupuk NPK Phonska dan pupuk urea bisa kamu taburkan untuk 2-3 batang tanaman jagung. Lakukan pemupukan jagung dengan campuran campuran pupuk NPK Phonska dan pupuk urea sebanyak dua kali. Pemupukan pertama dilakukan pada saat 14 hari setelah tanam (HST), lalu pemupukan kedua dilakukan sebelum 40 HST.
Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok.
sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Pada masa kini, jagung juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak.
Penggunaan lainnya adalah sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai produk industri farmasi, kosmetika, dan kimia.
Keanekaragaman genetik

Satu set genom jagung memiliki 10 kromosom, sehingga setiap sel somatik jagung memiliki 2n = 2x = 20 kromosom. Keragaman dalam spesies jagung amat luas, beberapa studi menyatakan keragaman itu sebanding dengan perbedaan manusia dan simpanse secara molekuler.
Jagung yang dibudidayakan memiliki sifat bijian yang bermacam-macam. Berdasarkan ciri bijiannya, dikenal tujuh kelompok kultivar jagung:
- Tunicata (Podcorn, jagung bersisik, merupakan kelompok kultivar yang dianggap paling primitif)
- Indentata (Dent, jagung gigi-kuda)
- Indurata (Flint, jagung mutiara)
- Saccharata (Sweet, jagung manis)
- Everta (Popcorn, jagung berondong)
- Amylacea (Floury corn, jagung tepung
- Glutinosa (Sticky/glutinuous corn, jagung ketan)
Organisme pengganggu
- penyakit bulai (maize downy mildew) karena infeksi Peronosclerospora maydis.
- karat daun jagung karena cendawan Puccinia (terutama P. polysora).
- bercak daun jagung (Southern leaf blight) karena cendawan Bipolaris maydis (teleomorf: Cochliobolus heterostrophus).
- hawar daun jagung (Northern leaf blight) karena cendawan Setosphaeria turcica (anamorf: Exserohilum turcicum).
- busuk pelepah (sheath blight) karena cendawan Rhizoctonia solani
- busuk batang jagung karena bermacam-macam cendawan dan oomycetes.
- busuk tongkol oleh cendawan Fusarium, Diplodia, dan Gibberella.
- gosong bengkak (corn smut) karena cendawan terutama Ustilago maydis.
- penyakit mosaik kerdil jagung karena infeksi Maize Dwarf Mosaic Virus.
Alternatif Cara pemupukan Jagung Yang Tepat

Telah disampaikan didepan bahwa Tanaman hibrida sangat respon terhadap pupuk berarti tanaman jagung tersebut harus tersedia pupuk yang cukup, kalau tidak mungkin akan lebih rendah produksi yang dihasilkan dibandingkan non hibrida dan perlu dilakukan pemupukan dengan tepat apabila kurang tepat cara pemupukannya maka hasilnya juga akan lebih jelek daripada jenis jagung komposit.
Ada 4 tepat yang harus dilakukan dalam pemupukan yaitu:
- tepat jenis
- Tepat Dosis
- Tepat waktu.
- Tepat cara
1.Tepat jenis
Jenis pupuk yang dgunakan untuk memupuk jagung adalah:
-
Pupuk Organik :
Pupuk organic dalam hal ini bias menggunakan pupuk kandang biasa,atau pupuk kandang yang sudah diolah menjadi pupuk kompos misalnya Bhokasi,Fine kompos.Atau menggunakan pupuk hijau dan atau dengan pupuk organic yang sudah diproduksi pabrik dalam bentuk butiran yang sudah ber merk.
-
Pupuk an organic:
- Urea
- Pupuk SP.36
- Pupuk Kcl
- Tepat Dosis
Dosis ( ukuran ) pupuk yang digunakan adalah:
-
Pupuk Organik :
Pupuk kandang :5 ton – 10 ton/ha.
-
Pupuk an organic :
- Urea : 450 kg/ha
- Pupuk SP.36 : 100 kg/ha
- Pupuk Kcl : 100 kg/kg
Atau dengan menggunakan pupuk Phonska.
- Phonska : 300 kg/ha
- Urea : 300 kg/ha
3.Tepat waktu
Waktu Cara pemupukan Jagung yang tepat adalah
- Pupuk kandang diberikan sebelum tanam.
- Umur 0 hari : 1/3 bag.Urea ( 150 kg/ha ) + seluruh dosis pupuk SP.36 dan Kcl.
- Umur 21 hari : 1/3 bag.Urea
- Umur 35 hari : 1/3 bag. Urea.
4.Tepat Cara:
cara pemupukan baik organic maupun an organic adalah pemupukan secara individu yaitu dengan dibenamkan atau ditugalkan disekitar tanaman dengan jarak 5 cm-15 cm sedalam 3 cm – 5 cm.Hal ini silakukan untuk mengurangi atau menghindari pupuk yang hilang akibat terbawa air hujan dank arena penguapan.
Budidaya tanaman jagung sangat jelas sekali, mengingat tanaman ini merupakan golongan tanaman pokok di beberapa daerah di Indonesia. Untuk budidaya tanamannya pun tidak sulit jika kita tanam di kebun.
Untuk budidaya dan teknik ini bersifat umum saja, mengingat jagung memiliki banyak varietas, misalkan anda akan menanam jagung manis, jagung baby corn, jagung warna-warni, jagung hibrida, jagung bisi 2 dan jenis jagung lainnya. Pemilihan varietas ini salah satunya tergantung tujuan budidaya yang anda pikirkan, apakah untuk konsumsi, pakan ternak, dsb.
Tahapan budidaya hampir sama seperti tanaman padi.
PEMUPUKAN
Bagian yang pertama akan kita berikan pada pemupukan tanaman jagung yaitu pupuk dasar, biasanya pupuk dasar yang diberikan berjenis pupuk organik seperti pupuk kandang, pupuk kompos dan jenis pupuk organik lainnya.
Kemudian tanaman jagung anda akan menyerap beberapa unsur yang dibutuhkan untuk mereka tumbuh besar, unsur ini seperti fosfor, nitrogen dan kalium yang banyak dibutuhkan pada fase pertumbuhan dan nanti ketika pada masa pembuahan.

Dengan terpenuhinya seluruh kebutuhan unsur hara, budidaya tanaman jagung di harapkan akan menghasilkan panen yang baik dari segi kualitas dan kuantitas.
Salah satu faktor lainnya adalah musim tanam. Perhitungan ini berpengaruh pada harga jual pada saat panen.
Manfaat Cara Pemupukan Jagung Yang Tepat
Diantara unsur hara yang wajib dicukupi oleh petani adalah Nitrogen. Nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman dalam proses fotosintetis ini terkandung di pupuk urea.
Berikut ini manfaat Pupuk Urea Untuk Jagung :
- Membuat pertumbuhan batang dan daun maksimal.
- Memaksimalkan pembentukan bunga dan buah karena tercukupinya pati.
- Membuat jagung dapat besar, dan tidak menua lebih cepat dengan tercukupinya potrein dan asam nukleat.
Itulah manfaat Pupuk Urea untuk tanaman Jagung. Namun Pupuk Urea harus diberikan secara pas, tidak kurang, dan tidak berlebihan.
Tanaman yang kekurangan Pupuk Urea akan mengakibatkan pertumbuhan tidak maksimal, daun dan batang menguning, serta produksi buah akan tidak maksimal. Lihat juga informasi tentang Manfaat Pupuk Urea Untuk Tanaman Bunga Agar Hasil Maksimal.
Waktu Dan Dosis Pemupukan Jagung Yang Tepat
Namun jika dosisnsya berlebihan, mengakibatkan tanaman akan rapu, mudah patah. Proses pembuangaan dan pembuahan juga tidak akan maksimal, yang lebih gawat adalah tanaman akan mudah terserang hama.
Karena itulah penting untuk mengetahui takaran yang pas agar produksi tanaman bisa maksimal. Idealnya pemberian Pupuk ini dilakukan 3 kali selama masa tanam. Lihat juga informasi tentang Manfaat Pupuk Urea Untuk Kelapa Sawit Agar Subur.
Berikut ini dosis dan waktu pemberian Pupuk Urea pada tanaman jagung :
- Pempukan pertama dilakukan ketika tanaman umur 7-10 hari. Pemupukan ini dibutuhkan untuk proses makanan/nutrisi tanaman pada masa kecambah. Untuk dosisnya setiap hektardiperlukan 100 kg pupuk.
- Pemupukan kedua dilakukan ketikan tanaman umur 28-30 hari. Pemupukan ini dibutuhkan untuk proses pertumbuhan. Untuk dosisnya setiap hektar diperlukan 50-100 kg.
- Pemupukan terakhir dilakukan ketika tanaman umur 40-45 hari. Pemupukan dibutuhkan untuk proses pemaksimalan buah jagung. Untuk dosinya setiap hektar diperlukan 50-100 kg.
Selain pupuk Urea diperlukan pupuk lainya seperti Phonska dan NPK. Untuk Phonska waktunya hanya pada pemupukan 1 dan 2, dengan mencampurnya dengan pupuk Urea. Sedangkan untuk Phonska dosisnya, 15 kg setiap tanah yang luasnya 1000 m2.
Sedangkan untuk NPK juga hanya diberikan pada pemumupukan 1 dan 2. Untuk dosisnya 150 kg setiap hektar pada pemupukan pertama. Dan 250 kg/ha untuk pemupukan kedua.
Untuk pemumupkan di sekitar pangkal. Untuk hasil maksimal bisa ditanam di dalam tanah dengan dalam 5 sampai 10 cm. Lihat juga informasi tentang Manfaat Pupuk Mutiara Untuk Bunga Serta Cara Perawatannya.
Itulah waktu dan dosis proses pemupukan tanaman jagung. Terakhir agar tanaman tumbuh maksimal pengairanya juga harus bagus. Pengairan kurang lebih dilakukan 5 kali selama masa tanam. Lihat juga informasi tentang Cara Memupuk Padi dengan Pupuk Kandang.
Hal ini sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman jagung. Lima fase ini ketika mulai jagung tumbuh, kemudian ketika jagung pembesaran, fase berbunga, pembuahan, dan terakhir ketika masuk masa pematangan biji jagung.
Kekurangan Cara Pemupukan Jagung Yang Tepat
- Seluruh permukaan daun pada tanaman yang masih muda berwarna hijau kekuningan.
- Ujung daun berwarna kuning dan melebar menuju tulang daun (warna kuning membentuk huruf V).
- Gejala nampak pada daun bagian bawah dan berangsur-angsur akan merambah ke daun-daun di atasnya.
- Daun tua akan mati dan tanaman akan tumbuh kerdil, pembungaan terlambat, dan pertumbuhan akar terbatas sehingga produksi rendah.
- Pada tanaman jagung yang telah berproduksi, tongkol berukuran lebih kecil dari ukuran normal dan ujung tongkol menjadi tidak berbiji.
- Melakukan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dan status hara tanah (pemupukan berimbang, sesuai dengan rekomendasinya) merupakan salah satu cara untuk mengatasi kekuarangan N.
- Pemupukan N pada tanaman jagung sebaiknya dilakukan 3 kali: 7 HST; 30-35 HST; dan 45-50 HST (berdasarkan pengukuran dengan menggunakan Bagan Warna Daun/BWD). Pemberian N sebaiknya dilakukan dengan cara tugal atau larik.
Kekurangan P (Fosfor),umumnya sudah tampak sewaktu tanaman masih muda. Gejala yang ditunjukkan, yaitu:
- Daun yang berwarna ungu-kemerahan mulai dari ujung sampai ke pangkal daun.
- Kesuburan polen menurun sehingga mengganggu persarian dan pembentukan biji menjadi tidak sempurna.
- Tongkol menunjukkan ukuran yang lebih kecil dengan ujung janggel melengkung.
- Pemasakan biji menjadi lambat dan produksi rendah.
- Cara untuk mengatasi kekurangan P pada tanaman jagung adalah dengan melakukan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dan status hara tanah (pemupukan berimbang, sesuai dengan rekomendasi).
Kekurangan K (Kalium), gejala yang muncul pada tanaman jagung, antara lain:
- Sepanjang pinggir daun tua berwarna kuning atau kecoklatan, yang kemudian berkembang kearah tulang daun utama dan pada daun-daun di atasnya.
- Daun seperti terbakar namun tulang daun tetap berwarna hijau.
- Gejala warna kuning membentuk huruf V terbalik.
- Warna coklat tua pada buku batang bagian dalam dan dapat diketahui dengan mengiris batang secara memanjang.
- Biji-biji pada jagung tidak berkembang dan tongkol jagung memiliki banyak klobot dengan biji sedikit, tidak penuh, jarang dan tidak sempurna.
- Pemupukan berimbang menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan unsur hara K pada tanaman jagung.
Kekurangan S (Belerang)
tampak pada daun muda yang bewarna hijau muda kekuningan dan bergaris-garis, nampak pada daun yang terletak dekat pucuk, dengan pertumbuhan yang terhambat.
Sering dijumpai pada tanah berpasir atau tanah dengan bahan organik rendah. Cara mengatasi: melakukan pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan status hara tanah (berimbang).
Kekurangan Mg (Magnesium)
pada daun tua menunjukkan warna keputihan sepanjang kanan kiri tulang daun dan warna merah keunguan sepanjang pinggir daun pada daun tua.
Gejala ini dapat merupakan indikasi bahwa tanah tersebut masam, terutama timbul pada tanaman muda dengan pengolahan tanah yang kurang intensif. Pemberian dolomit dapat mengatasi masalah kahat Mg ini pada tahun-tahun berikutnya.
Cara mengatasi: melakukan pengapuran dengan kapur pertanian sampai mendekati pH 4,7 – 5,5. Untuk tanah ringan 2-4 ton/ha dan tanah berat 3-6 ton/ha yang diberikan 1-2 bulan sebelum tanam.
Mesin Giling Jagung adalah mesin untuk mengecilkan / menghancurkan ukuran pipilan jagung kering memakai sistem crusher atau Hammer Mill.
Hasil gilingan jagung tersebut biasanya akan digunakan sebagai campuran pakan ternak ayam atau sapi. Sementara untuk pakan ikan biasanya menggunakan tepung jagung.
Saya adalah penulis di yentit.com dengan minat yang besar terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya juga senang belajar hal-hal baru dan berbagi informasi seputar bisnis serta berbagai tips terkini.