Cara membuat kopi tubruk sebenarnya hampir sama dengan cara membuat kopi bubuk.Tetapi yang sebagai pembedanya yaitu dari namanya saja.
Cara membuat kopi tubruk ini sangatlah mudah sekali.Dan lebih mudahnya lagi jika anda membuatnya dengan mesin grinder kopi supaya tidak menguras waktu banyak.
Oke tak perlu lama-lama lebih baik kita langsung saja membahas artikel kali ini yaitu tentang cara membuat kopi tubruk yang enaknya selangit.
Asal Kata Kopi Tubruk
Indonesia terkenal dengan kopi tubruknya. Kopi tubruk sendiri sering disalah-artikan dengan kopi yang dididihkan (seperti indomie ).
Sebenarnya, yang dimaksud dengan Kopi Tubruk adalah kopi yang disiram dengan air panas kisaran 95-100 derajat Celsius.
Sedangkan Kopi yang didihkan sebenarnya disebut Turkish Coffee.Asal nama kopi ini gara-gara dibikin dari biji kopi yang diancurin, bahasa Jawanya: ditubrukin.
Tapi ada juga yang bilang, dinamain kopi tubruk soalnya minuman ini dibikin pake asal tubruk. Serbuk kopi langsung ditubrukin pake aer panas, gak pake saring-saringan segala.
Jadi masih banyak ampas-ampas kopinya dimana-mana.Kopi tubruk itu lugu, sederhana, tapi sangat memikat kalau kita mengenalnya lebih dalam.
Kopi tubruk tidak peduli pada penampilannya, kasar, membuatnya pun sangat cepat. Seolah-olah tidak membutuhkan skill khusus.
Tapi, tunggu sampai anda mencium aromanya. Kedahsyatan kopi tubruk terletak pada temperatur, tekanan, dan urutan langkah pembuatan yang tepat.
Semua itu akan sia-sia kalau anda kehilangan tujuan sebenarnya.
Nah untuk cara menanam kopi tubruk ini pun ada rincian dan aturanya ya temen-temen jadi ga asal nanam gitu hehe.
Legenda Kopi Pada Cara Membuat Kopi Tubruk

Seorang pria Arab bernama Khalid sedang menggembalakan kambing di wilayah Kaffa, selatan Ethiopia.
Dia memperhatikan kambingnya menjadi terlihat lebih bergairah dan bersemangat setelah memakan buahbuahan kecil,seperti beri yang berwarna gelap.
Rasa penasaran membuatnya memetik dan membawa pulang buah-buahan yang dimakan sang kambing.
Sesampai di rumah,dimasaklah buah-buahan yang ternyata mengandung biji yang cukup besar itu. Khalid telah membuat minuman kopi pertama dari buah yang awalnya disebut bun itu.
Sejak itu, biji kopi diekspor dari Ethiopia ke Yaman pada abad ke-10. Hingga akhir abad ke-15,kopi telah mencapai Makkah dan Turki,baru kemudian bisa dinikmati masyarakat Mesir.
Di Timur Tengah,orang-orang sufi menyeruput kopi untuk alasan yang sama dengan peminum kopi saat ini,yakni agar bisa tetap terjaga.
Para sufi memerlukan kopi untuk membantu dalam ritual-ritual zikir semalam suntuk. Penganut tarekat diyakini menyebarkan kopi di dunia Arab pada abad 13 sampai 15 M.
Karena itulah,kopi menyebar ke seluruh dunia,tak hanya lewat pedagang dan pengelana,tapi juga lewat para jamaah haji.
Diawali seorang syekh dari tarekat Syadziliyah yang memperkenalkan minum kopi di Ethiopia.Tidak jelas siapa tokoh itu.
Namun diyakini beliau adalah Abul Hasan Ali ibn Umar yang duduk sebagai hakim di pemerintahan Sultan Sadaddin II di selatan Ethiopia.
Syekh Ali kemudian pulang kembali ke Yaman sambil membawa pengetahuan bahwa biji kopi tak hanya bisa dimakan,tapi juga bisa membuat badan terjaga semalaman.
Saat ini,sang syekh dinobatkan sebagai wali bagi para petani kopi dan tentu saja para penikmat kopi.Di Aljazair, kopi kadang disebut sebagai “syadziliyah”, sebagai penghormatan untuk sang wali kopi itu.
Minuman kopi diberi nama qahwa, kata yang biasanya dinisbahkan untuk anggur.Bagi orang Eropa yang mengenal kopi sebagai minuman keren dari Arabia.
Aereka menyebutnya sebagai “anggur dunia Islam.” Bila para sufi memperkenalkan cara membuat kopi dengan memasak bubuk kopi dalam air.
Keunikan dari Kopi
Terlepas dari kandungan kafein yang bercokol di dalam secangkir kopi yang masih diperdebatkan, konsumsi masyarakat dunia terhadap jenis minuman yang tidak hanya hitam itu semakin meningkat.
Total 6,7 juta ton kopi diproduksi dalam kurun waktu 1998-2000 saja. Diperkirakan pada tahun 2010, produksi kopi dunia akan mencapai 7 juta ton per tahun.Berikut beberapa keunikan kopi :
1. Kopi yang tiap hari kita minum ternyata memiliki sejarah panjang. Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia (sekarang namanya Ethiopia).
Yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, kira-kira sekitar abad ke-9 masehi. Dari sana lalu menyebar ke daratan Mesir dan Yaman.
Dan kemudian pada abad 15 menjangkau lebih luas lagi ke Persia , Mesir, Turki dan Afrika utara. Namun ada yang mengatakan sejarah kopi ini berawal dari Abessynia juga.
2. Mungkin kopi yang paling unik dan paling enak rasanya adalah kopi luwak. Konon kabarnya kopi yang asli dari Indonesia ini diperoleh dengan cara unik.
Biji kopinya diambil dari kotoran luwak –binatang sejenis kucing liar. Padahal kopi ini dihasilkan dari tanaman kopi biasa, hanya buah kopi yang sudah matang di pohonnya itu dimakan luwak.
Yang menyebabkannya istimewa adalah insting luwak yang hanya memilih buah kopi terbaik untuk dimakan.
Selain itu karena produksinya sangat sedikit dan rasanya selangit, maka harganya pun naudzubilah mahal nian.
3. Kopi ternyata tidak begitu saja menjadi salah satu minuman favorit dunia yang digemari. Awalnya di Italia.
Pendeta-pendeta melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi tersebut dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur.
Bukan hanya melarang tetapi juga menghukum orang-orang yang minum kopi. Tidak hanya di Italia, di tahun 1656.
Cara Membuat Kopi Tubruk
Seperti namanya, tubruk intinya adalah cara membuat kopi yang menubrukkan kopi dan air secara langsung. Sederhana!
Kopi terendam (dengan metode immersion) dan langsung siap minum. Tahapannya pun singkat.
Tak rugi kita luangkan waktu 4 menit.
Karena ingat, hasilnya adalah secangkir kopi tubruk yang paling enak!
Kopi tubruk adalah cara membuat kopi yang paling awam. Di rumah-rumah, kopi tubruklah yang paling sering dihidangkan.
Di desa, para petani sering membawa bekal kopi bubuk dan air panas (serta gula) untuk ngopi di ladang.
Dalam acara umum seperti pertemuan maupun pengajian, kopi tubruk sering disajikan.
Di Indonesia, kopi tubruk sering diidentikkan dengan si hitam manis. Ya. Setelah ditubruk, kopi sering langsung dicampur dengan gula.
Namun di kedai-kedai kopi (dan baiknya) kopi tubruk disajikan tanpa gula. Ini untuk merasakan langsung karakter kopi yang kita minum. Satu lagi, demi kesehatan
Selain cara membuatnya gampang, kopi tubruk adalah budaya keseharian bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke.
Cara membuat kopi inilah yang paling sering dipraktikkan di rumah, di tempat kerja, hingga di acara-acara publik.
Berikut cara membuatnya yang super simple :
1. Masak air hingga suhu 89-90 derajat Celcius. Jika tak punya termometer, masak air sampai mendidih dan biarkan 1,5-2 menit.
2. Siapkan kopi yang akan kita seduh. Biasanya sekitar 13-14 gram untuk 200 ml air. Tak punya timbangan? Gampang. Kira-kira dua sendok teh untuk satu cangkir air.
3. Tuangkan air ke kopi. Biarkan 30 detik.
4. Masukkan seluruh dosis air. Biarkan selama 4 menit.
5. Kopi tubruk siap dihidangkan
Nah sangat mudah sekali kan cara membuatnya? Tunggu apalagi ayok coba buat dong guys,supaya kalian tau nikmatnya kopi tubruk hehe.
Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan,apabila ada salah kata di dalam artikel aku ini aku mohon maaf yang sebesar-besarny.Sekian dan Terimakasih.
Di yentit.com, saya berperan sebagai seorang penulis yang aktif mengikuti perkembangan teknologi, terutama dalam dunia IT. Saya senang sekali belajar hal-hal baru dan senantiasa berbagi informasi terbaru seputar bisnis dan berbagai tips yang relevan dengan pembaca setia kami.