Tanaman yang tumbuh di lahan bekas tambang terasa melegakan. Namun, warna hijau belum cukup untuk menunjukkan pemulihan berjalan sesuai target karena tanaman perlu tumbuh sehat, bertahan, dan membantu lahan kembali stabil.

Pemantauan tanaman reklamasi menjadi cara untuk melihat kondisi itu secara nyata. Tim tidak cukup menghitung jumlah tanaman, tetapi juga perlu mengecek tinggi, diameter, kesehatan daun, kerapatan, serta kemampuan tanaman menghadapi kondisi tanah dan cuaca.

Menariknya, data dari lapangan bisa membuka cerita yang sulit tim lihat. Satu area mungkin tampak hijau, tetapi bagian tertentu bisa mengalami kekeringan, erosi, serangan hama, atau pertumbuhan yang lambat.

Mengapa Pemantauan Tanaman Reklamasi Penting

Reklamasi bertujuan memulihkan fungsi lahan yang mengalami gangguan akibat aktivitas pertambangan. Pemerintah menetapkan kriteria keberhasilan dengan ukuran jelas dalam pedoman teknis reklamasi dan pascatambang. Karena itu, perusahaan perlu mengelola proses berdasarkan data, bukan sekadar tampilan visual.

Ketika tanaman menunjukkan pertumbuhan rendah, tim dapat menelusuri penyebabnya, mulai dari kualitas tanah, ketersediaan air, pemilihan jenis tanaman, pemupukan, sampai gangguan gulma dan hama.

Parameter yang Perlu Dicek

Tim dapat mengukur persentase tanaman hidup untuk melihat daya bertahan vegetasi pada area reklamasi. Pedoman teknis sebelumnya menggunakan rasio tumbuh sebagai salah satu indikator, dengan kategori baik ketika rasio tumbuh melebihi 80 persen.

Selain jumlah tanaman hidup, tim perlu mencatat tinggi dan diameter batang. Data tersebut membantu tim melihat laju pertumbuhan dan membandingkan perkembangan antarpetak.

Kondisi daun, batang, dan tajuk juga memberi informasi penting. Daun menguning, tajuk jarang, batang rusak, atau tanaman layu dapat menunjukkan masalah nutrisi, air, penyakit, maupun kondisi tanah.

Tim juga perlu mengecek gulma, hama, penyakit, erosi, sedimentasi, serta kondisi drainase. Pedoman teknis reklamasi mencantumkan pemupukan, pengendalian gulma, hama dan penyakit, penyulaman, serta pemeliharaan sarana pengendalian erosi sebagai bagian penting dalam pemeliharaan tanaman.

Cara Melakukan Monitoring Revegetasi Lahan Tambang

Monitoring revegetasi lahan tambang perlu mengikuti jadwal yang konsisten dan teratur agar tim dapat membaca perubahan dari waktu ke waktu. Tim dapat menentukan petak pengamatan, mencatat koordinat, mengambil foto dari titik yang sama, lalu mengukur parameter tanaman.

Penggunaan drone juga dapat membantu tim melihat tutupan vegetasi. PPSDM Geominerba ESDM juga mengembangkan pelatihan evaluasi revegetasi dengan citra drone karena teknologi tersebut dapat mempercepat penilaian kondisi lahan.

Setelah mengumpulkan data, tim perlu membandingkan hasil dengan target reklamasi. Tim kemudian dapat menentukan tindakan di lapangan seperti penyulaman, pemupukan, pengendalian gulma, perbaikan drainase, atau penguatan pengendalian erosi.

Kondisi Tanah dalam Mendukung Revegetasi

Tanaman tidak tumbuh sendiri tanpa dukungan media tanam yang memadai. Lahan bekas tambang dapat mengalami pemadatan, kekurangan bahan organik, rendahnya unsur hara, serta keterbatasan aktivitas mikroba sehingga kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan vegetasi.

Karena itu, tim perlu menghubungkan data tanaman dengan kondisi tanah. Pemeriksaan pH, unsur hara, bahan organik, kelembapan, dan struktur tanah dapat membantu menjelaskan penyebab pertumbuhan yang tidak seragam.

Menentukan Frekuensi Pemantauan

Frekuensi pemantauan perlu menyesuaikan umur tanaman, kondisi lahan, musim, dan tingkat risiko pada setiap area. Tim sebaiknya meningkatkan intensitas pengamatan setelah hujan lebat, musim kering panjang, atau munculnya tanda kerusakan tanaman.

Catatan lapangan juga perlu memuat tanggal, lokasi, jenis tanaman, jumlah tanaman hidup, kondisi kesehatan, serta tindakan perbaikan. Dengan catatan yang rapi, tim dapat melihat pola perubahan dan mengevaluasi hasil pemeliharaan secara objektif dan akurat.

Data tersebut kemudian membantu perusahaan menyusun prioritas kerja. Area dengan kematian tanaman tinggi, erosi aktif, atau pertumbuhan rendah perlu segera mendapat perhatian.

Kesimpulan

Pemantauan tanaman reklamasi membantu perusahaan menjaga proses revegetasi tetap terarah. Pengukuran pertumbuhan, kesehatan tanaman, tutupan vegetasi, kondisi tanah, erosi, dan drainase memberi dasar yang lebih kuat untuk menentukan tindakan pemeliharaan.

Untuk membantu perlindungan permukaan tanah dari gangguan erosi, perusahaan juga dapat mempertimbangkan penggunaan cocomesh sebagai material pengendali erosi berbahan serat kelapa. Rumah Sabut menyediakan pilihan cocomesh yang dapat membantu pengendalian erosi sesuai kebutuhan area reklamasi.