jenis jenis produk tempe

Berbagai jenis-jenis produk tempe yang ada di Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai olahan asli Indonesia. Rasanya yang unik dan kandungan nutrisi yang tinggi menjadikan tempe menjadi salah satu bahan masakan wajib masyarakat Indonesia. Berbagai macam olahan dari tempe ada di Indonesia, baik olahan standar seperti tempe goreng hingga makanan yang unik seperti nugget tempe. Hingga saat ini, inovasi tempe terus berjalan, sehingga produk olahan tempe semakin beragam.

Tempe berbahan dasar kedelai merupakan jenis tempe paling umum yang terkenal di kancah dunia. Namun tahukah kamu, terdapat banyak sekali jenis tempe yang ada di Indonesia? Berikut di bawah ini adalah ulasannya.

Jenis – Jenis Produk Tempe di Indonesia

1. Tempe Kedelai

tempe kedelai

Tempe kedelai merupakan jenis tempe yang paling terkenal dan paling banyak digunakan sebagai bahan utama masakan di Indonesia. Tempe satu ini berasal dari biji kedelai yang difermentasi menggunakan ragi dengan jamur bertipe rhizopus oligosporus. Biasanya tempe kedelai dipasarkan dengan dua jenis bentuk, yakni berbungkuskan daun pisang dan plastik.

2. Tempe Bongkrek

tempe bongkrek

Tempe bongkrek merupakan tempe yang dibuat dengan bahan dasar ampas kelapa. Tempe ini berasal dari Jawa Tengah.

3. Tempe Gembus

tempe gembus

Tempe yang satu ini terbuat dari hasil fermentasi kedelai tahu. Tekstur dari tempe gembus sangatlah empuk. Jika Anda mengetahui sate kere, selain lemak, sate kere juga menggunakan sate kere sebagai bahan utamanya.

4. Tempe Benguk

tempe benguk

Kacang koro merupakan bahan utama dalam pembuatan tempe yang satu ini. Sehingga tempe benguk juga biasa disebut sebagai tempe koro. Tempe satu ini berasal dari Yogyakarta dan dapat dengan mudah Anda temui di pasar-pasar tradisionalnya. Masakan yang paling terkenal dari tempe benguk adalah besengek tempe benguk.

5. Tempe Kecipir

tempe kecipir

Untuk menemukan tempe yang satu ini, Anda perlu bertandang langsung ke Tulungagung, Jawa Timur. Tempe ini dibuat dengan memanfaatkan biji kecipir yang pohonnya tumbuh subur di daerah ini. Pembuatan tempe kecipir memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses perebusannya dikarenakan teksturnya yang agak keras.

6. Tempe Kacang Hijau

tempe kacang hijau

Tempe ini merupakan salah satu hasil penelitian sebagai pengganti tempe kedelai. Tempe ini digadang-gadang dapat menjadi alternatif tempe kedelai karena kandungan gizinya yang tidak jauh berbeda. Salah satu wilayah yang telah mencoba memasarkan tempe ini adalah Yogyakarta.

7. Tempe Kacang Tanah

tempe kacang tanah

Walaupun bertekstur kasar dan memiliki rasa yang hambar, peminat tempe kacang tanah tidak bisa dikatakan sedikit. Tempe ini biasa ditemukan di Yogyakarta dan Jawa Timur.

8. Tempe Lamtoro

tempe lamtoro

Petai cina yang biasa juga disebut sebagai lamtoro merupakan salah satu bahan yang bisa digunakan untuk membuat tempe. Tempe lamtoro biasa diproduksi di daerah Wonogiri dan dijual dengan harga yang lebih murah daripada tempe lainnya.

9. Tempe Lupin

Kacang lupin merupakan jenis kacang-kacangan yang berasal dari Australia. Namun, ditangan para produsen tempe di Malang, kacang lupin dapat disulap menjadi tempe dengan warna kuning yang menarik mata.

10. Tempe Munggur

tempe munggur

Di Kabupaten Gunungkidul, terdapat produk tempe yang dibuat menggunakan biji munggur. Biji munggur mudah ditemukan di daerah tersebut, sehingga banyak warga yang mulai memproduksi tempe munggur.

11. Tempe Bungkil

tempe bungkil

Tempe bungkil yang terbuat dari ampas kacang tanah ini merupakan tempe yang populer di daerah Jawa Timur. Berbagai macam hidangan seperti sambal tempe ataupun tumisan dapat dibuat dengan tempe satu ini.

Penutup

Itu dia jenis-jenis yang ada di Indonesia. Sangat beragam, bukan? Dengan tempe-tempe di atas, Anda ddapat membuat berbagai macam olahan yang sangat menggugah selera. Anda juga dapat membuat keripik tempe dengan bahan tersebut.

Selamat mencoba!

By rahma

Saya adalah seorang penulis di yentit.com dengan minat yang besar terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya juga senang untuk terus belajar dan berbagi wawasan seputar bisnis serta berbagai tips terbaru.