Padi merupakan komoditas strategis dan menjadi Prioritas Nasional dalam RPJMN 2020-2024. Peningkatan Produksi padi perlu terus ditingkatkan seiring dengan proyeksi laju pertambahan penduduk.
Beberapa peluang yang dapat dilakukan adalah peningkatan luas tambah tanam (Panen) dan peningkatan produktivitas. Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan panen dapat dilakukan melalui perluasan lahan baru, lahan pasang surut, rawa lebak, lahan kering, dan lahan yang tidak diusahakan (terutama di luar Jawa) dan peningkatan index per tanaman dengan mengoptimalkan semua sumberdaya yang tersedia.
Sedangkan peningkatan produksi padi melalui produktivitas dilakukan melalui peningkatan penggunaan benih padi varietas unggul bersertifikat dengan produktivitas tinggi, peningkatan jumlah populasi tanaman dengan teknologi tanam jajar legowo, pemupukan sesuai rekomendasi spesifik lokasi serta berimbang, pemakaian pupuk organik dan pupuk bio-hayati dan kegiatan pascapanen.
Benih tanaman padi merupakan salah satu sarana budidaya tanaman yang mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu hasil gabah yang pada akhirnya peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat.
Perbaikan perbenihan tanaman padi harus mampu menjamin tersedianya benih bermutu secara memadai dan berkesinambungan. Penggunaan varietas padi unggul yang berdaya hasil tinggi, responsif terhadap pemupukan dan tahan hama penyakit utama disertai dengan perbaikan irigasi dan teknik budidaya telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi produksi, dan kecukupan pangan.
Sistem perbenihan yang tangguh (produktif, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan) sangat diperlukan untuk mendukung upaya peningkatan penyediaan benih padi dan peningkatan produksi beras nasional.
Perbenihan padi untuk dijadikan penangkar benih harus memperhatikan pemupukan agar hasilnya lebih baik, berikut pemupukan untuk perbenihan padi.
Kesuburan tanah beragam antar lokasi karena perbedaan sifat fisik dan kimianya, dengan demikian kemampuan tanah untuk menyediakan hara bagi tanaman juga berbeda-beda.
Pemupukan dimaksudkan untuk menambah penyediaan hara sehingga mencukupi kebutuhan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi dengan baik.
Agar efisien, takaran pupuk hendaknya disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Untuk pupuk SP-36 dan KCI, takarannya disesuaikan dengan ketersediaan P dan K dalam tanah.
Sedangkan untuk pupuk urea, takaran dan waktu pemberiannya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dengan menggunakan teknologi Bagan Warna Daun (BWD).

Pemupukan dengan menggunakan BWD dan analisa tanah adalah sebagai berikut:
- Pupuk dasar sebanyak 50-75 kg Urea/ha pada kisaran umur 1-14 HST (hari setelah tanam)
- Pada umur 25-28 HST lakukan pengukuran dengan menggunakan BWD sampai umur 50 HST dengan selang waktu 7-10 hari sekali
- Bila pada fase antara keluar malai sampai 10% berbunga, pengukuran pada daun PTB berada pada skala 4 atau kurang, berikan 50 kg Urea/ha.
- Pemberian pupuk P seluruhnya diberikan bersamaan dengan pemberian pupuk dasar Urea. Pemberian pupuk K, bila takarannya rendah, seluruhnya diberikan bersamaan dengan pemberian pupuk dasar dan bila takaran pupuk K tinggi (> 100 kg KCl/ha) maka 50% diaplikasikan sebagai pupuk dasar dan sisanya saat primordial bunga. (BPPsiulak … admin_kerinci).
Peningkatan produktivitas tanaman pupuk padi tentu menjadi target semua petani, oleh sebab itu muncul kecenderungan petani untuk menggunakan pupuk padi sebanyak-banyaknya dengan harapan hasil panen akan meningkat.
Kendati penggunaan pupuk memang erat kaitannya dengan peningkatan hasil panen dan pertumbuhan tanaman padi, namun yang tidak kalah penting adalah cara pemupukan padi pupuk yang tepat serta memperhatikan keseimbangan unsur hara-nya.
Pemberian pupuk yang “asal banyak” belum tentu baik, mengingat kandungan pupuk yang hilang percuma karena menguap atau ikut larut dalam air tanpa dimanfaatkan oleh tanaman malah akan jadi pemborosan atau bahkan merusak kesuburan tanah.

Peranan N,P, dan K pada Tanaman Padi
Tanaman padi sendiri cenderung memerlukan banyak hara N dibanding hara P ataupun K. Yuk kita simak masing-masing peranannya:
- Unsur N(Nitrogen) merupakan unsur yang cepat kelihatan pengaruhnya terhadap tanaman padi karena berperan dalam:
- Merangsang pertumbuhan vegetatif padi dan meningkatkan jumlah anakan.
- Pembentukan klorofil yang penting untuk proses fotosintesis yang mana proses ini menghasilkan pati sebagai sumber energi bagi tumbuhan.
Salah satu ciri tanaman padi kekurangan N adalah tanaman berwarna pucat kekuningan dan pertumbuhannya lambat. Namun, hati-hati kelebihan N akan mengakibatkan tanaman padi mudah rebah dan terserang hama penyakit.
2. Unsur P(Phosphate) berfungsi sebagai sumber tenaga untuk tumbuh kembang tanaman, seperti:
- Memperkuat akar.
- Memperkuat vigor anakan padi sehingga tidak mudah rebah.
- Memacu terbentuknya bunga dan bulir pada malai.
Padi yang kekurangan unsur P akan terlihat dari bentuk daun yang meruncing berwarna hijau gelap dan padi terlihat pendek.
3. Unsur K(Kalium) berperan sebagai aktivator berbagai enzim. Kalium akan meningkatkan:
- Ketegaran tanaman.
- Ketahanan terhadap hama penyakit dan kekeringan.
- Kualitas gabah.
- Bila kekurangan Kalium, Sahabat bisa melihat gejala daun kering dan seperti terbakar pada sisi-sisinya.
Pemberian hara dalam bentuk pupuk dapat dilakukan berdasarkan fase pertumbuhan tanaman, ataupun dengan melihat penampilan tanaman di lapangan.
-
Pemupukan Pertama (Pada Umur 10-14HST)
Gunakan Pupuk Fertiphos dengan dosis 100 kg/ha, Saprodap 50 kg/ha, NPK Padi 50 kg/ha dan Urecote 50 kg/ha untuk merangsang pertumbuhan di masa vegetatif, yakni pembentukan akar dan daun.
-
Pemupukan Kedua (Pada Umur 20-30HST)
Semprotkan NeoKristalon Hijau di 20 dan 30 HST dengan konsentrasi 2-3 gr/lt dan juga taburkan NPK Padi dengan dosis 150 kg/ha serta KCL 50 kg/ha untuk memaksimalkan jumlah anakan.
-
Pemupukan Susulan (Pada Umur 40, 50 dan 60HST)
Bila sering hujan
Untuk perawatan padi, semprotkan MKP dengan konsentrasi 5 gr/lt sebagai tindakan preventif terhadap serangan hama dan penyakit pada padi. Bila sudah tampak serangan jamur seperti blast, tingkatkan konsentrasi MKP Pak Tani menjadi 10 gr/lt.
Bila cuaca cerah
SemprotkanMKP (5 gr/lt) saat umur 40 HST, lalu susul dengan NeoKristalon Merah (3 gr/lt) di umur 50 dan 60 HST utk memaksimalkan pengisian bulir padi.
Teknik Pemupukan Tanaman Padi
Teknik pemupukan tanaman padi memang sangat relatif, tidak ada ukuran secara pasti dosis dan waktu yang ditentukan, karena banyak sekali faktor yang harus diperhatikan.
Struktur tanah dengan kondisi unsur hara yang berbeda-beda di tempat satu dengan yang lainnya, tentu juga memerlukan cara-teknik yang berbeda dalam pemupukan tanaman padi.
Teknik 1
Jika kita menggunakan kombinasi pupuk tunggal (Urea, SP-36 dan KCI) perbandingan pupuk masing-masing jenis per hektar adalah sebagai berikut:
- Pupuk Nitrogen (Urea) : 200 kg – 250 kg
- Pupuk Phospor (SP36) : 100 kg – 150 kg
- Pupuk Kalium (KCl) : 75 kg – 100 kg.
Selanjutnya waktu pemberian pupuk pada tanaman padi juga perlu perhitungan yang pas karena sangat bervariasi dan berbeda satu dengan lainnya. Sebagai gambaran adalah sebagai berikut, jika kita mengacu pada rekomendasi di atas, maka lakukan beberapa langkah sebagai berikut:
- Lakukan penyebaran pupuk SP36 sesuai dosis ke lahan sawah, satu hari sebelum penanaman bibit.
- Setelah umur 7 hari setelah tanam, lakukan penyebaran pupuk urea ±30 persen (±70 kg) dan pupuk KCl sebesar 50 persen (±40 kg).
- Setelah umur 20 hari, lakukan penyebaran urea sebesar 40 persen.
- Setelah umur 30 hari, lakukan penyebaran urea 30 persen dan KCl 50 persen.
Teknik 2
Jika kita menggunakan dosis pupuk seperti dosis diatas (urea, SP36 dan KCI) dan dengan pengecekan warna daun dengan menggunakan Bagan Warna Daun (BWD), kita bisa melakukan cara tanam seperti berikut:
- Satu hari sebelum tanam, sebarkan pupuk SP36 hingga 100 persen.
- Setelah umur 7 hari, sebarkan pupuk urea 30 persen dan KCl 50 persen.
- Setelah proses ini, lakukan pengecekan (tes) terhadap warna daun dengan BWD setiap seminggu sekali. Yang perlu kita perhatikan misalnya cek apakah kita butuh penambahan urea atau tidak, jika memang dirasa perlu lakukan penambahan urea kira-kira 10 persen saja. Lakukan pengecekan secara berkala sampai tanaman padi berumur 40 hari.4. Setelah mencapai umur 30 hari berikan lagi KCl 50 persen.
Teknik 3
menggunakan urea dan NPK (Ponska) dengan perbandingan ukuran 100 kg urea dan 300 kg Ponska, per hektar maka :
- 7 hari setelah tanam, tebarkan urea 30 persen dan Ponska 50 persen.
- Umur 20 hari setelah tanam, berikan lagi urea 40 persen.
- Umur 30 hari setelah tanam, tambahkan urea 30 persen dan Ponska 50 persen.
- Apabila kita menggunakan BWD, maka setelah umur 7 hari, kita tidak perlu memberikan urea, tetapi cukup memberikan Ponska 50 persen. Selanjutnya setelah satu minggu lakukan pengetesan dengan BWD dan jangan lupa jika hasil belum maksimal maka tambahkan urea kira-kira 10 persen lagi. Pengetesan dilakukan setiap seminggu sekali dengan BWD.
- Umur 30 hari setelah tanam, sebarkan lagi Phonska 50 persen sisanya.
Teknik 4
Selanjutnya untuk penggunaan urea dan NPK Pelangi dengan komposisi 100 kg urea dan 300 kg NPK/ha.
- Sehari setelah tanam, berikan NPK pelangi 100 persen.
- Umur 7 hari berikutnya, berikan urea 30 persen.
- Umur 20 hari setelah tanam, berikan urea 40 persen.
- Umur 30 hari setelah tanam, berikan urea 30 persen sisanya.
- Bagi yang menggunakan BWD, aturannya adalah sehari setelah tanam berikan NPK Pelangi 100 persen.
- Umur 7 hari setelah tanam, silakan test dengan BWD, lalu lakukan seperti cara (di atas) jika hasil test BWD belum sesuai harapan.
Sedangkan untuk Phonska rekomendasi pemupukan tanaman padi sbb:
- Penggunaan awal tanam 150 kg Ponska + 100 kg ZA.
- 15 hari setelah tanam, 150 kg Ponska + 50 ZA
- 35 hari setelah tanam, 100 kg Urea.
Manfaat benih Padi
- Mempertahan
- Prosentase daya tumbuh;
- kan sifat-sifat unggul termasuk hasil yang tinggi dari varietas yang bersangkutan, menurut beberapa kajian penggunaan benih bermutu mampu menaikkan daya hasil 5-15% di banding dengan benih tidak bermutu,
- Pertumbuhan seragam sehingga masak serempak dengan demikian panen dapat dilakukan sekaligus,
- Mutu biji seragam,
- Rendemen biji seragam,
- Menghemat penggunaan benih perhektar.
Cara Memperoleh Benih Padi
- Benih bersertifikat atau tidak bersertifikat;
- Nama dan alamat produsen benih;
- Jenis tanaman/varietas;
- Berat benih;
- Prosentase benih murni;
- Prosentasi benih tanaman/varietas lain;
- Prosentasi kotoran benih;
- Prosentasi benih rerumputan;
Macam-macam warna label
- Putih : adalah Benih Dasar (BD/FS)
- Ungu : adalah Benih Pokok (BP/SS)
- Biru : adalah Bneih Sebar (BR/ES)
- Merah Jambu : adalah Benih Pelabelan
Penggunaan varietas unggul bersertifikat dalam upaya peningkatan produksi padi, memegang peranan penting. Pada masa mendatang diharapkan penyebaran varietas padi unggul baru akan lebih beragam sehingga kerapuhan genetik tidak segera muncul.
Varietas unggul bersertifikat mampu meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani. Peningkatan produktivitas dicapai melalui peningkatan potensi atau daya hasil tanaman, ketahanannya terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT), serta adaptasi terhadap kondisi lingkungan spesifik lokasi (Raharjo dan Hasbianto, 2014).
Penggunaan benih varietas unggul bersertifikat yang disertai dengan penerapan teknologi lainnya, diyakini dapat berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas, produksi dan mutu hasil komoditas tanaman pangan.
Oleh karena itu ketersediaan benih varietas unggul bersertifikat perlu terus ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan di lapangan dan mudah diakses petani.
Mengingat pentingnya arti benih dalam kegiatan dan peningkatan ketahanan pangan, maka perlu diciptakan suatu kondisi perbenihan yang dapat mendukung ketersediaan benih secara 6 (enam) tepat yaitu varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi dan harga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan optimalisasi sistem perbenihan yang telah dibangun, meliputi subsistem penelitian,
pemuliaan dan pelepasan varietas; subsistem produksi dan distribusi benih; subsistem sertifikasi dan pengawasan mutu benih; serta subsistem penunjang.
Dalam rangka mendukung peningkatan produksi, produktivitas dan mutu padi, maka pelaksanaan kegiatan pengelolaan sistem penyediaan benih padi, dilaksanakan melalui :
- Pengembangan perbenihan padi berbasis korporasi petani, dengan melibatkan semua subsistem mulai dari hulu, onfarm (budi daya), hilir (pengolahan dan pemasaran), dan subsistem pendukung (penyuluhan, perbankan, koperasi);
- Penggunaan benih varietas unggul, pergantian varietas, penerapan teknologi benih dengan metode kultur jaringan;
- Perbaikan sistem pengelolaan penyediaan benih untuk menjamin ketersediaan benih secara 6 tepat (jenis/varietas, jumlah, mutu, waktu, lokasi, harga) bisa terpenuhi, melalui penguatan kelembagaan perbenihan,
- Pengembangan usaha agribisnis perbenihan, dan pengembangan potensi pasar benih;
- Perbanyakan benih sumber padi, yang dilakukan oleh Balai Benih Provinsi, dan produsen benih;
- Sertifikasi, pengawasan mutu benih, serta pengawasan peredaran benih yang dilakukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura;
- Mengembangkan dan mengintegrasikan Desa Mandiri Benih yang sudah ada pada lokasi kawasan tanaman pangan berbasis korporasi petani.
- Perbaikan data perbenihan menuju satu data yang terintegrasi dan dapat diakses setiap saat.
- Pengawalan intensif di tingkat lapangan dengan melibatkan konstratani/BPP sebagai ujung tombak di tingkat lapangan dari mulai proses CPCL, penyaluran bantuan, penanaman, budidaya, panen, pasca panen sampai pemasaran. Juga koordinasi dan peran aktif Kostrada (Tingkat Kabupaten/Kota), Kostrawil (Tingkat Provinsi), Kostranas (Tingkat Nasional), Tim suvervisi dan pendampingan Program Kementerian Pertanian.
- Penguatan kelembagaan petani penangkar, kemitraan, pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kementerian Pertanian tahun 2020 mendorong optimalisasi pemanfaatan Kredir Usaha Rakyat (KUR) yang nilainya terus berkembang setiap tahun dan mengalami kenaikan plafond di tahun 2020 menjadi Rp 190 trilyun. Disamping kenaikan flafond juga beberapa perubahan kebijakan yang lebih pro kerakyatan, seperti penurunan suku bunga menjadi 6%, plafond KUR Mikro naik dari 25 juta menjadi Rp 50 juta per debitur, serta kenaikan target di sektor produksi sebesar minimal 60%.
- Dukungan Pemerintah Daerah, pihak swasta/investor, dan stakeholders lainnya dalam peningkatan produksi padi.
Salah satu kunci sukses bercocok tanam dan bertani agar pann yang didapat melimpah adalah dengan memilih benih padi terbaik. Banyak petani yang masih belum tahu caranya memilih benih padi yang terbaik dan unggul sehingga cepat panen ddan dengan kualitas panen yang baik. Sebelumnya kita ketahui dahulu bahwa terdapat tiga cara petani mendapatkan benih padi yang cepat panen dan berkualitas bagus.
Petani bisa mendapatkan benih padi dari program atau bantuan pemerintah. Benih padi yang berasal dari program pemerintah ini biasanya disalurkan lewat kelompok tani yang termasuk dalam program subsidi pemerintah untuk meningkatkan hasil tani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Petani juga bisa mendapatkan benih atau bibit padi dari tempat pembudidayaan yang biasanya adalah bibit padi jenis hibrida. Bibit padi unggul juga bisa didapatkan dari hasil panen sebelumnya yang disimpan dan dijadikan benih padi unggul di musim tanam berikutnya.
Memilih benih padi yang unggul bertujuan agar padi yang ditanam tidak mudah diserang oleh hama atau rusak selama ditanam. Untuk memilh benih padi unggulan, kriteria yang harus diketahui oleh petani antara lain mengetahui vigor benih padi dan viabilitas benih padi yang akan ditanam. Beberapa cara membuat padi sawah ini juga bisa membantu petani untuk memilih benih padi yang unggul dan menghasilkan panen yang berkualitas.
Saya adalah penulis di yentit.com dengan minat yang besar terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya juga senang belajar hal-hal baru dan berbagi informasi seputar bisnis serta berbagai tips terkini.