Cara Menanam Pisang Agar Buahnya Besar dan Banyak

Buah pisang adalah buah yang kaya vitamin, kalsium protein, mineral, lemak, maupun zat besi. Dan kandungan asam triptophan yang tinggi sangat efektif untuk meredakan gejala stress.

Banyak manfaat dan keuntungan yang bisa didapat dari buah pisang membuat konsumsi buah pisang semakin meningkat. Selain itu harga yang relatif stabil di pasaran membuat banyak petani saat ini yang beralih untuk tanam pisang. Tetapi, minat petani yang tinggi tidak didukung dengan kemampuan pengelolaan yang baik, sehingga hasil produksi dan produktifitasnya cenderung tidak meningkat. Banyak kendala teknis saat melakukan budidaya pisang, seperti berbagai serangan penyakit membuat gagal panen dan rugi.

Cara Menanam Pisang

1. Gunakan Bibit Pisang Yang Baik

Cara menanam pisang dimulai dari bibit pisang yang baik. Maka dari itu berikut ada beberapa cara memilih bibit pisang yang baik :

  • Pilih bibit pisang yang sehat dengan tinggi batang 1-1,5 meter dan diameter sekitar 15-20 cm.
  • Bibit pisang yang berasal dari indukan yang berkualitas baik juga, sehat dan produksi buah yang tinggi.
  • Bibit pisang ada 2 yaitu anakan muda dan anakan dewasa. Maka gunakan anakan dewasa, karena biasanya sudah memiliki bakal bunga dan cadangan makanan dalam bonggol pisang.

Dengan menggunakan pupuk pisang organik yaitu pupuk organik cair spesialis buah – buahan, maka penyakit tular bibit dapat dicegah oleh bakteri sejak awal dan pertumbuhan tanaman akan lebih cepat. Hal ini dikarenakan hormon yang dihasilkan oleh bakteri dari pupuk akan bekerja mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga tanaman akan tumbuh sehat dan cepat. manfaat buah semangka

2. Persiapan Lahan Budidaya Pisang

Langkah selanjutnya yaitu menyiapkan lahan tanam. Dalam menyiapkan lahan untuk budidaya pisang, anda harus melakukan hal berikut ini :

  • Bersihkan gulma yang ada pada lahan agar tidak mengganggu pertumbuhan pisang.
  • Bajak lahan atau bisa juga dicangkul agar kondisi media perakaran yang mampu mendukung pertumbuhan secara optimal dan pertumbuhan mikroorganisme tanah.
  • Berikan pupuk pisang dengan manaburkan pupuk kandang.
  • Buatlah lubang untuk menanam pisang dengan ukuran 30x30x40 cm lalu atur jarak antara tanaman agar tidak terlalu rapat, sekitar 3×3 m. Dengan jarak tanam yang ideal akan memaksimalkan penyerapan nutrisi yang diberikan.
  • Buat saluran pengairan disekitar lubang tanam agar saat hujan lahan tidak tergenang air.

3. Lakukan Pindah Tanam Pisang

Pemindahan tanaman sebaiknya dilakukan pada saat awal musim hujan, supaya bibit pisang yang ditanam tercukupi pasokan airnya. Dengan ini maka tanaman pisang lebih cepat pertumbuhannya dan mengurangi tingkat stress air.

4. Pemeliharaan

Hal yang ahrus anda perhatikan ketika menanam pisang ialah pemeliharaan setiap saat, seperti kecukupan nutrisi, kebersihan lahan dari gulma, ketercukupan air hingga antisipasi awal serangan hama dan penyakit.

Agar pertumbuhan pohon pisang lebih cepat dan berbuah maksimal salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan Pupuk pisang Organik Cair Spesialis Buah-buahan. Anda dapat memasukan pupuk pisang organik setelah tanaman pisang telah pindah tanam.

Setelah umur tanaman pisang 3 bulan ke atas, maka anda dapat menggunakan pupuk pisang organik spesialis buah-buahan dengan cara dikocorkan. Supaya  ukuran dan jumlah buah pisang agar berbuah banyak dan besar, maka perlu dilakukan hal berikut:

    • Setelah pohon pisang memiliki buah dan tandannya telah terbentuk sekitar 5-7 sisir, segera lakukan pemotongan pada jantung/bunga pisang.
    • Setelah itu bungkus dengan kertas/plastik/karung.
    • Pada perakaran berikan pupuk yang mengandung kalium tinggi dan kocor setiap 2 minggu sekali.

5. Cara Panen Pisang

Buah pisang bisa dipanen rata-rata pada umur 1 tahun hal ini tergantung dari jenis dan varietas pohon pisang yang ditanam.

Ciri-ciri buah pisang yang sudah bisa dipanen adalah :

    1. Mulai mengeringnya daun bendera.
    2. Buah yang tua akan memiliki sudut tumpul dan membulat.
    3. Mudah patah pada bekas putik bunga.
    4. Mudah rebah pada kebanyakan pelepah.
    5. Warna kulit buah tampak lebih cerah.