Daging mengandung vitamin K juga di dalamnya. Namun, vitamin K yang terkandung dalam daging termasuk rendah, yakni 2,4 mikrogram per 100 gram daging sapi.
Cara merebus daging sapi agar cepat empuk tanpa presto dengan cara memasak yang tepat. Saat perayaan Idul Adha tumpukan daging akan memenuhi freezer atau lemari es. Beberapa orang mungkin masih akan kesulitan untuk mengolah daging-daging tersebut. Tekstur daging yang berserat dan cukup keras membuatnya memerlukan trik khusus agar hasil olahan daging menjadi empuk. Teknik perebusan yang tepat menjadi faktor penting untuk membuat daging memiliki tekstur yang empuk dan bumbunya meresap.
Cara Merebus Daging Sapi Agar Cepat Empuk Tanpa Presto

1. Jangan Cuci Daging
Masih banyak kerancuan terkait pro kontra mencuci daging. Beberapa orang masih mencuci daging mentah yang akan diolahnya dengan tujuan untuk memastikan daging bersih dan higienis. Mencuci daging mentah sangat tidak disarankan bahkan dilarang untuk dilakukan.
Hal tersebut disebabkan karena bakteri pada daging yang masih mentah dapat menyebar ke permukaan lain seperti makanan, alat masak, permukaan meja hingga baju melalui cipratan air dari pencucian daging.
Namun untuk daging Idul Adha di sarankan untuk mencuci daging kurban. Karena dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban, belum tentu semuanya higienis. Jadi disarankan untuk mencuci daging kurban di bawah air mengalir sebelum diolah.
2. Sesuaikan Ukuran Daging
Cara merebus daging agar empuk dalam keadaan utuh dan masih berukuran besar menjadi kesalahan yang banyak dilakukan. Sebaiknya potong daging menjadi berukuran lebih kecil agar waktu perebusan yang dibutuhkan tidak terlalu lama. Sesuaikan potongan daging dengan jenis makanan yang akan disajikan.
Saat memotong daging usahakan untuk berlawanan arah seratnya. Memotong daging berlawanan arah serat ini bertujuan untuk melunakkan serat dan urat pada daging agar saat matang daging tidak menjadi alot. Daging dengan potongan dadu agak kecil hanya akan membutuhkan waktu perebusan kurang dari satu jam. Sedangkan daging dengan ukuran yang lebih besar bisa memakan waktu perebusan hingga dua atau bahkan tiga jam.
3. Gunakan Api Kecil
Tips rebus daging biar empuk selanjutnya adalah soal besaran api. Mengatur besar kecilnya api saat merebus daging juga penting diperhatikan. Penggunaan api besar saat perebusan daging memang akan mengempukkan daging tetapi dapat merusak tekstur dari daging itu sendiri. Saat awal mendidihkan air dan memasukkan daging menggunakan api berukuran sedang masih diperbolehkan.
Ketika melihat daging sudah mulai berubah warnanya segeralah untuk mengecilkan api agar bagian dalam daging empuk secara merata. Merebus daging dengan cara ini sebenarnya tidak perlu waktu yang lama. Daging cukup direbus sekitar 30 hingga 40 menit saja dan jangan terlalu lunak. Perebusan daging yang terlalu lunak akan merusak tekstur alami daging dan membuatnya mudah hancur saat dimasak dengan bumbu.
4. Teknik Merebus 5-30-7
Teknik merebus 5-30-7 ini dikatakan sebagai cara merebus daging yang hemat gas namun hasil dari perebusannya daging akan cepat empuk. Cara ini banyak digunakan bagi rumah tangga yang tidak memiliki presto untuk mengempukkan daging.
Pertama-tama siapkan panci yang telah diisi air yang cukup untuk merebus daging. Panaskan air hingga benar-benar mendidih baru kemudian masukkan potongan daging yang ingin dimasak. Rebus daging selama 5 menit. Setelah 5 menit matikan api kompor dan tutup rapat panci kemudian biarkan selama 30 menit. Saat panci ditutup pastikan sudah benar-benar rapat dan jangan dibuka hingga waktu 30 menit habis.
Setelah didiamkan selama 30 menit nyalakan kembali api kompor. Lanjutkan untuk rebus selama 7 menit dan setelah selesai cek tekstur daging.
5. Teknik Rebus 17 Menit
Selain teknik merebus 5-30-7 ada juga tips rebus daging biar empuk selama 17 menit yang juga populer. Sebelum direbus daging harus disiapkan dengan potongan berlawanan arah serat agar tekstur hasilnya tidak alot.
Pada tahap pertama rebus daging dalam air mendidih selama 7 menit. Setelah 7 menit kemudian tutup rapat panci dan biarkan selama 5 menit dengan mematikan api kompor. Jika sudah didiamkan api bisa kembali dinyalakan.
Pada tahap selanjutnya rebus kembali daging selama 5 menit. Setelahnya kembali tutup rapat dan biarkan selama 5 menit lagi. Pada tahap terakhir baru rebus kembali daging selama 5 menit dan cek tekstur daging di akhir tahap perebusan.
6. Bungkus dengan Daun Pepaya
Cara merebus daging agar empuk dengan cara alami yang bisa kalian lakukan, yaitu memanfaatkan daun pepaya. Daun pepaya punya kandungan enzim alami yang berfungsi memecah protein dalam daging sehingga jadi lebih empuk. Caranya mudah, cukup mengambil daun pepaya, bersihkan dengan air mengalir, keringkan, lalu jadikan pembungkus daging. Usahakan setiap bagian daging terbungkus dengan baik dan diamkan selama sekitar 1 jam. Setelah itu, daging siap diolah.
7. Lumuri dengan Jus Nanas
Selain pakai daun pepaya, kalian juga bisa memanfaatkan buah nanas sebagai cara memasak daging sapi agar empuk. Sama seperti daun pepaya, nanas juga punya enzim alami yang bisa membuat daging merah lebih cepat empuk.
Bedanya, kalau daun pepaya cukup dijadikan pembungkus daging, sedangkan buah nanas perlu dihaluskan atau dijus. kalian perlu melumuri daging merah dengan nanas yang sudah dihaluskan atau dijus, lalu diamkan selama 30 menit. Setelah itu, daging pun siap dimasak sesuai selera. Kalau ingin lebih praktis, kalian juga bisa pakai jus nanas sebagai salah satu bahan marinasi. Tapi, pastikan proses marinasi cukup 30 menit supaya tekstur dan rasa daging tidak berubah.
8. Diamkan Daging pada Suhu Ruangan
Cara merebus daging agar empuk lainnya yang bisa kalian lakukan adalah mendiamkan daging merah pada suhu ruangan. Cara ini bisa dipilih jika kalian tidak punya stok daun pepaya atau buah nanas.
Pertama,jika kalian menyimpan daging di freezer, sebaiknya simpan di rak bawah terlebih dulu dalam wadah tertutup sejak malam sebelumnya. Setelah itu, sekitar 30 menit sampai 1 jam sebelum memasak, kalian bisa mengeluarkan daging merah dari kulkas, dan tetap simpan di dapur dalam wadah tertutup.
Mendiamkan daging merah di suhu ruangan membantu suhu dagingnya turun secara perlahan dan stabil, sehingga teksturnya lebih empuk secara merata. Sembari menunggu daging merah lebih empuk, kalian bisa menyiapkan bahan masakan lainnya. Perlu kalian ingat bahwa keempukan dagingnya tidak akan seperti saat pakai daun papaya atau buah nanas. Tapi, cara ini lebih baik dari pada langsung mengolah daging dari kulkas untuk dimasak.
9. Manfaatkan Uap Panas
Uap panas juga bisa jadi cara masak daging sapi agar empuk. Untuk mempraktekkan cara ini, kuncinya adalah tidak membuka tutup panci dan gunakan stopwatch di handphone supaya pengukuran waktunya lebih tepat.
Pertama, didihkan air dan rebus daging merah selama lima menit dalam panci tertutup. Setelah itu, matikan kompor dan diamkan daging di dalam panci selama 30 menit. Terakhir, nyalakan kembali kompor dan rebus daging selama 7 menit. Dengan menerapkan cara ini, kalian hanya menyalakan kompor selama 12 menit, tapi secara teknis sudah memasak daging selama lebih dari setengah jam.
Baca Juga:Cara Membuat Gula Merah
Kandungan Vitamin Dalam Daging Sapi

1. Vitamin B
Daging adalah sumber protein hewani yang juga mengandung vitamin B kompleks, meskipun bukan sebagai sumber vitamin B9 (asam folat) yang baik. Vitamin B adalah vitamin yang membantu proses pembentukan energi dari makanan yang Anda makan.
Dalam 100 gram daging sapi mengandung:
- 0,07 mikrogram vitamin B1 (thiamin)
- 0,51 mikrogram vitamin B2 (riboflavin)
- 1,2 mikgrogram vitamin B3 (niasin)
- 2,6 mikrogram vitamin B12 (kobalamin)
- 0,4 miligram vitamin B6 (piridoksin)
2. Vitamin A
Tidak semua bagian daging mengandung vitamin A. Anda tidak bisa mendapatkan vitamin A dari potongan daging biasa, bagian tenderloin atau sirloin saja. Vitamin A pada daging sapi terkandung dalam jumlah besar di hati. Sehingga jika Anda ingin mendapatkan vitamin A dari daging yang dikonsumsi sebaiknya bagian hati. Vitamin A yang terkandung dalam hati sapi sebanyak 5.808 mikrogram.
Disini vitamin A ini yang akan membantu membentuk dan memelihara kesehatan gigi, kerangka, selaput lendir, dan kulit. Vitamin A juga mendukung kondisi kesehatan mata secara keseluruhan.
3. Vitamin K
4. Vitamin D
Daging sapi juga mengandung vitamin D dalam jumlah sedikit, yakni 10 IU (satuan unit) per 100 gram daging. Bagian tertinggi vitamin D juga bukan pada dagingnya, melainkan pada organ hati. Oleh karena itu, Anda tidak dapat mengandalkan asupan vitamin D dari daging sapi saja.
Vitamin D sendiri adalah vitamin yang berfungsi membantu penyerapan kalsium untuk membangun tulang tetap kuat.
5. Vitamin E
Daging bukanlah sumber vitamin E yang baik, kandungan vitamin E dalam daging termasuk dalam kategori sangat rendah. Sumber vitamin E yang paling tinggi justru berada pada biji-bijian dan kacang-kacangan, diikuti oleh sumber vitamin E dari sayuran.
Vitamin E adalah vitamin yang berfungsi melindungi jaringan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin E juga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dari virus dan bakteri.
Tips Menyimpan Daging Sapi agar Tahan Lama

1. Jaga Kebersihan
Jangan pernah memegang daging kurban saat tangan dalam keadaan tidak bersih. Kuman-kuman dan aneka mikroba penyebab penyakit atau patogen, dapat berpindah dan berkembang biak di daging. Untuk itu, biasakan terlebih dahulu mencuci tangan sebelum memegang daging segar. Selain itu, jangan letakkan daging di tempat yang kotor terlebih di tanah. Di tempat yang kotor daging sangat mudah terkontaminasi, bahkan mikroba dapat berkembang biak 10.000-100.000 kuman per menit.
2. Jangan Batuk atau Bersin ke Arah Daging
Jika batuk atau bersin arahkan ke tempat lain, jangan langsung ke arah daging. Upayakan semaksimal mungkin mengurangi kontaminasi daging oleh mikroba perusak atau patogen.
3. Masak atau Simpan Tanpa Cuci
Daging harus segera dimasak atau disimpan setelah dipisahkan dari bagian utama tubuh hewan. Jika mendapatkan daging dalam keadaan kotor, segera cuci bersih dan dimasak. Sementara dalam kondisi bersih, daging dapat disimpan di dalam kulkas tanpa dicuci terlebih dahulu. Cuci daging saat akan dimasak.
4. Potong Daging Kecil-Kecil
Saat menyimpan daging kurban, sebaiknya tidak disimpan utuh beberapa kilogram di dalam friser. Potong daging dalam ukuran kecil, masukkan ke dalam plastik bening, masukkan dalam kontainer plastik ukuran sedang, lalu simpan di kulkas.
5. Perhatikan Udara Dalam Plastik
Udara dalam plastik daging dapat dipakai untuk pernafasan mikroba pembusuk. Sehingga, sebelum disimpan sebisa mungkin kurangi udara di dalam kantung plastik daging. Pengurangan udara di dalam plastik daging dapat dilakukan dengan pompa vacum daging.
Jika tak ada, bisa menggunakan ember kecil atau baskom yang diisi air bersih, dengan cara masukkan daging ke dalam plastik lalu turunkan pelan-pelan plastik bagian ke dalam air. Permukaan air akan mendorong udara dalam plastik daging naik ke atas. Setelah udara habis, segera ikat plastik kantung daging tersebut agar udara tidak masuk kembali.
6. Jangan Langsung Disimpan di Freezer
Daging segar sebaiknya tak langsung disimpan di dalam freezer, karena kejadian cold shortening (mengerut karena membeku mendadak), bisa merusak kualitas daging. Sehingga, sebelum disimpan di dalam freezer, daging transit terlebih dahulu di dalam kulkas selama 10-20 jam. Lama penyimpanan dalam kulkas tergantung performa kulkas yang dimiliki.
7. Memasak Daging
Saat akan memasak daging, daging beku tidak boleh diempukkan kembali menggunakan air panas. Air panas memang mampu dengan cepat mengempukkan kembali daging beku, namun nutrien daging (terutama protein) dapat rusak (denaturasi).
8. Thawing agar Daging Empuk
Proses thawing (mengempukkan kembali daging beku) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu fast thawing (cara cepat) dan slow thawing (cara lambat).
1. Fast thawing
Fast thawing dapat dilakukan dengan meletakkan daging beku yang masih terbungkus rapat di dalam plastik ke dalam ember kosong. Selanjutnya, letak ember tersebut di bawah air kran dengan air mengalir kecil, dan bergantian merendam daging beku. Setelah kembali empuk, buka atau pecah plastik daging, cuci-bilas daging hingga bersih, kemudian tiriskan daging dan siap dimasak.
2. Slow thawing
Adapun slow thawing dapat dilakukan dengan memindahkan daging beku dari freezer ke dalam kulkas. Biarkan suhu sejuk kulkas selama semalam (sekitar 12 jam) mengempukkan kembali daging beku menjadi segar. Setelah kembali empuk, sebaiknya daging beku segera dimasak. Jeda waktu yang terlalu lama antara proses thawing dan pemasakan dapat menyebabkan mikroba pembusuk kembali berkembang biak dan merusak kualitas daging.
Tips Memilih Daging Sapi yang Masih Segar
1. Pertimbangkan Tempat Daging Sapi Dijual
Hal pertama yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli daging adalah tempat dimana daging tersebut dijual atau ditempatkan. Pastikan tempat kamu membeli daging sapi bersih dan tidak berbau menyengat. Kemudian, pilih daging sapi yang juga diletakkan di tempat yang bersih dan bersuhu dingin. Hindari membeli daging sapi yang sudah dihinggapi lalat atau diletakkan di tempat yang kotor.
2. Perhatikan Warna Daging Sebelum Membeli
Selanjutnya, cara memilih daging yang baik yaitu bisa kamu lihat dari warnanya. Perhatikan dulu warna daging sebelum membeli. Daging sapi yang memiliki kualitas baik adalah daging yang masih berwarna kemerahan dan tampak segar. Cara ini bisa dibilang adalah cara paling mudah untuk melihat kualitas daging. Sebaiknya jangan pilih daging yang warnanya Sudah terlihat pucat atau kotor.
3. Pegang Tekstur Daging Sapi
Setelah melihat warnanya, kamu juga harus memastikan kualitas danging sapi dengan cara memegang daging tersebut. Cara ini berguna untuk mengetahui tekstur daging sapi. Pilih daging sapi yang memiliki tekstur kenyal. Coba tekan beberapa bagian dari daging yang akan kamu beli, jika daging kembali ke posisi semula setelah ditekan maka artinya daging tersebut masih segar dan baru. Pasalnya, daging yang mulai mengalami pembusukkan biasanya terasa lembek dan tidak kembali ke bentuk semula saat ditekan.
4. Cium Aroma yang Keluar Dari Daging
Kamu harus mencium aroma yang keluar dari daging untuk memastikan kualitasnya. Daging sapi yang kualitasnya baik biasanya memiliki aroma yang segar khas sapi. Sedangkan daging yang sudah mulai membusuk biasanya mengeluarkan aroma yang tidak sedap atau tercium sedikit asam.
5. Pastikan Daging tidak berair
Selanjutnya, kamu juga harus memastikan daging sapi serasa segar dan tidak berair. Kamu mungkin sering melihat cairan berwarna merah mirip darah di sekitar daging. Cairan tersebut sebenarnya bukan darah melaikan “sari” yang dikeluarkan oleh daging. Untuk itu, jika ingin membeli daging sebaiknya pilih yang tidak berair, karena jika daging sapi mengeluarkan banyak air artinya daging tersebut Sudah cukup lama berada di udara bebas.
6. Cek Sertifikat Halal Dari Penjual Daging
Cara memilih daging yang baik selanjutnya yaitu dengan melihat sertifikat Halal dari penjual atau supplier daging sapi. Penjual atau supplier yang profesional telah memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh MUI. Sertifikasi Halal tidak hanya menandakan daging yang dipotong sesuai syariat agama, tetapi juga memastikan bahwa daging tersebut diambil dari hewan yang sehat. Selain itu, hewan ternak yang diambil dagingnya juga dipastikan dirawat dengan baik, terjaga asupan makanannya, hidup ditempat yang bersih, juga diperlakukan dengan layak sesuai dengan peraruran yang berlaku.
7. Tanyakan Waktu Kedaluwarsanya
Terakhir, sebelum kamu membeli daging sebaiknya tanyakan juga waktu kedaluwarsa daging tersebut atau kapan waktu pemotongan hewan dilakukan. Hal ini berguna untuk menghitung waktu berapa lama kamu dapat menyimpan daging yang kamu beli. Untuk daging merah seperti daging sapi dapat disimpan selama tiga sampai empat hari di dalam kulkas. Sedangkan jika disimpan di dalam freezer, daging dapat bertahan hingga 4 sampai 12 bulan, tergantu dari jenis dan kualitas daging tersebut.
Demikian pembahasan mengenai cara merebus daging sapi agar cepat empuk tanpa presto. Semoga artikel ini bermanfaat. Dan jika kalian ingin membuat olahan dengan bahan daging, kalian bisa gunakan Mesin Giling Daging agar memudahkan kalian untuk menghaluskan daging.
Saya adalah penulis di yentit.com yang memiliki minat yang besar terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya juga senang belajar hal-hal baru dan berbagi informasi seputar bisnis serta berbagai tips terbaru.