Untuk dapat membuat keju yang nikmat, Anda harus menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Namun, apa saja bahan untuk membuat keju? Berikut ulasannya!
Mikroorganisme dan Bahan Untuk Membuat Keju
Bahan untuk membuat keju yang utama adalah susu dan mikroorganisme fermentasi berupa bakteri asam laktat. Kedua komponen ini memiliki peran penting dalam tahapan produksi keju. Susu berperan sebagai bahan dasar utama, sedangkan bakteri asam laktat membantu proses pengolahan susu menjadi keju. Untuk lebih lengkapnya, berikut uraiannya :
1. Susu

Susu merupakan komponen utama dalam proses pembuatan keju. Menurut para ahli, susu dengan perbandingan lemak dan protein sekitar 0,7% hingga 1,15% adalah jenis susu yang paling sesuai untuk membuat keju. Terdapat tiga jenis susu yang sangat direkomendasikan oleh para ahli untuk digunakan dalam proses pembuatan keju, yaitu :
a. Susu Murni
Susu murni merupakan pilihan utama untuk pembuatan keju karena kandungan lemak dan proteinnya yang tinggi. Varian susu yang satu ini mengandung sekitar 3,5% lemak. Sehingga, susu ini dapat menghasilkan keju dengan tekstur yang lembut seperti keju cottage.
Susu murni dikenal sebagai susu yang berkualitas tinggi, sehingga susu ini memiliki harga yang cukup mahal. Akan tetapi, meskipun harganya lebih mahal dibandingkan jenis lain, susu murni memberikan kualitas terbaik dan dapat menghasilakan produk yang maksimal dalam proses pembuatan keju.
b. Susu Pasteurisasi
Susu pasteurisasi adalah bentuk olahan dari susu murni yang telah melalui proses pasteurisasi, di mana pemanasan susu hingga suhu tertentu dilakukan untuk membunuh bakteri dan kontaminan yang dapat merusak kualitas dan ketahanan susu.
Jenis susu ini cocok digunakan untuk menghasilkan keju dengan tekstur yang padat. Hal ini dikarenakan proses pasteurisasi mengubah struktur protein pada susu. Sehingga, proses penggumpalan curd terjadi dalam waktu yang lebih lama dan tektur curd menjadi lebih padat.
c. Susu Rendah Lemak
Susu skim atau susu rendah lemak dapat digunakan sebagai alternatif jika kedua susu diatas tidak tersedia di lingkungan Anda. Susu skim adalah varian susu yang telah diolah sehingga mengandung sedikit lemak. Jenis susu ini biasanya digunakan untuk menghasilkan keju rendah kalori dengan tekstur yang cukup keras, seperti keju parmesan dan keju romano.
2. Bakteri Asam Laktat

Bakteri asam laktat memiliki kemampuan untuk mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat. Dalam produksi keju, bakteri ini digunakan untuk meningkatkan kadar keasaman susu. Dua jenis bakteri asam laktat yang umum digunakan pada proses pembuatan keju adalah lactococcus lactis dan lactobacillus bulgaricus.
a. Lactococcus lactis
Bakteri lactococcus lactis bertugas untuk menurunkan pH susu, mempercepat proses koagulasi protein dan zat padat susu, dan membantu mengoptimalkan pembentukan curd atau gumpalan dadih.
b. Lactobacillus bulgaricus
Lactobacillus bulgaricus berfungsi sebagai mikroorganisme penggumpal protein dari hasil koagulasi susu yang dilakukan oleh lactococcus lactis. Gumpalan yang terbentuk ini kemudian akan diolah menjadi keju. Bakteri ini juga turut berperan dalam pembentukan tekstur dan rasa keju yang dihasilkan melalui melalui proses fermentasi.
Kesimpulan Bahan untuk Membuat keju
Penting bagi kita untuk menggunakan susu dan bakteri asam laktat yang memiliki kualitas tinggi dalam proses pembuatan keju. Dengan menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kita dapat memastikan proses produksi yang berlangsung dapat berjalan dengan optimal.
Untuk meningkatkan keterampilan dalam membuat keju, Anda dapat mengikuti pelatihan pembuatan keju di Jogja. Program pelatihan ini menawarkan kursus terbaik terkait dunia keju. Jika Anda tertarik, jangan ragu untuk menghubungi kami pada kontak yang tertera.
Sekian artikel ini kami sampaikan, terima kasih.
Saya adalah seorang penulis di yentit.com dengan minat yang besar terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya juga senang untuk terus belajar dan berbagi wawasan seputar bisnis serta berbagai tips terbaru.