Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang cara membuat benih padi sendiri.

Pemilihan benih atau bibit adalah hal yang paling utama dalam membudidayakan tanaman padi.

Pilihlah benih yang sesuai dengan area lahan yang akan ditanami tanaman padi.

Untuk sawah yang tadah hujan pilih yang sesuai, begitu juga untuk lahan sawah yang rawa – rawa atau sawahnya selalu ada airnya.

Dan jangan lupa juga untuk memperhatikan air dan sumber air yang terdapat pada lahan yang akan ditanami.

Saat ini ada banyak sekali benih yang beredar di pasaran. Hanya saja Anda tidak pernah bisa memastikan yang mana benih yang baik dengan kualitas tinggi dengan yang benih abal-abal.

Jangan sampai anda membeli benih padi bersertifikasi atau benih padi berlabel namun ketika panen hasilnya tidak seperti yang diharapkan bahkan benih itu tidak tumbuh pada waktu penyemaian.

Maka salah satu  cara saya yang biasa dilakukan untuk mendapatkan benih padi kualitas baik adalah dengan membuat benih padi sendiri.

Persoalan yang paling sering dihadapi petani adalah  persoalan biaya untuk membeli benih unggul bersertifikat.

Meskipun Kementerian Pertanian memiliki program penyediaan benih gratis melalui SLPTT, BLBU, dan sejenisnya yang ditujukan untuk membantu penggunaan benih unggul bagi petani, namun tidak semua petani bisa menikmati program tersebut tiap musim tanam.

Sementara, kualitas benih merupakan salah satu dari beberapa komponen utama untuk memperoleh hasil panen padi yang tinggi.

Cara Membuat Benih Padi Sendiri

  1. Pertama-tama adalah melakukan pengambilan padi pada satu bibit / padi yang penanamannya tidak tercampur dengan jenis padi yang lain.
  2. Tahap kedua yaitu melakukan penjemuran padi sampai benar-benar kering, usahakan padi yang akan dijadikan benih tersebut tidak tercampur dengan padi jenis yang lain.
  3. Tahap selanjutnya, Pisahkan benih padi yang berisi dengan yang kosong dengan cara merendam benih padi tersebut selama semalaman agar terpisah antara benih hampa dan yang berisi.Cara tersebut masih berpeluang menghasilkan pertumbuhan bibit padi yang tidak seragam dan produksi belum maksimal.Karena masih ada benih yang terindikasi tidak memenuhi syarat tumbuh baik (retak dan hampa) masih tenggelam di dasar wadah, kemudian dianggap sebagai benih berisi. Padahal tidak.

Untuk mendapatkan benih padi yang berisi dengan maksimal maka dapat memanfaatkan sebutir telur dan garam, dengan cara tersebut benar-benar akan diperoleh benih yang berisi.

Pada kondisi normal, telur tenggelam dalam air. Dengan menambahkan garam, air menjadi larutan garam yang lebih banyak kemudian mampu mengangkat telur ke permukaan air (mengapung).

Bila dalam larutan garam telur saja dapat diapungkan , apalagi benih hampa dan retak. Cara ini biasanya di terangkan pada penyuluhan – penyuluhan pertanian.

Ada Berapa Jenis Benih ?

Jenis benih yang perlu diketahui ada dua, yaitu benih rekalsitran dan benih ortodoks.

Benih rekalsitran adalah benih yang akan rusak apabila dikeringkan dan viabilitasnya akan turun, seperti benih nangka, alpukat, rambutan atau benih buah-buahan yang lain.

Oleh karena itu, benih-benih rekalsitran ini tidak disimpan dalam bentuk benih, tetapi langsung disemai dijadikan bibit tanaman.

Sedangkan benih ortodoks adalah benih yang perlu dikeringkan sampai kadar air tertentu, biasanya kisaran 2-5%.

Selain itu, benih ortodoks memiliki masa dormansi (masa istirahat) dimana benih tidak akan tumbuh meskipun kondisi lingkungan tumbuh mendukung.

Contoh benih ortodoks adalah benih padi, cabai, tomat, terong, kopi dan tanaman hortikultura lainnya.

Keuntungan dan Kekurangan Memproduksi Benih Sendiri

    • Keuntungan benih yang diproduksi sendiri adalah
      1. Lebih murah
      2. Terjamin selalu tersedia.
    • Sementara kekurangannya adalah
      1. Kualitas atau hasilnya tidak maksimal (kecuali yang memproduksi mengerti bagaimana menghasilkan benih sendiri yang baik) dan
      2. Akan terjadi degradasi benih yang akan berdampak pada kualitas panen. Kekurangan dari benih buatan sendiri ini terjadi karena sifat persilangan tanaman, yang artinya gennya berasal darimana saja, bisa yang baik atau yang buruk.