cara mengetahui pertanyaan yang sering dicari pelanggan

Memahami pertanyaan pelanggan dapat membantu bisnis membuat konten yang lebih tepat sasaran. Banyak calon pelanggan mencari jawaban melalui Google sebelum membeli produk atau menggunakan layanan. Mereka biasanya ingin mengetahui harga, manfaat, cara memilih, perbedaan produk, hingga proses pemesanan.

Karena itu, cara mengetahui pertanyaan yang sering dicari pelanggan penting bagi bisnis yang ingin memahami kebutuhan audiens. Anda tidak perlu menebak topik secara terus-menerus. Manfaatkan berbagai sumber untuk menemukan pertanyaan nyata yang muncul dalam pencarian dan percakapan pelanggan.

Dengarkan Pertanyaan dari Pelanggan

Mulailah dari sumber yang paling dekat, yaitu pelanggan. Perhatikan pertanyaan yang masuk melalui WhatsApp, email, komentar media sosial, atau percakapan langsung.

Catat pertanyaan yang muncul berulang kali. Jika banyak pelanggan menanyakan hal yang sama, topik tersebut memiliki peluang menjadi konten website.

Misalnya, pelanggan sering bertanya tentang cara memilih layanan. Anda dapat membuat artikel yang membahas faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan.

Gunakan Google Suggest

Google dapat membantu menemukan variasi pertanyaan yang sering digunakan pengguna. Ketik keyword utama pada kolom pencarian, lalu perhatikan saran yang muncul.

Coba tambahkan kata seperti “cara”, “apa”, “berapa”, “mengapa”, atau “terbaik” untuk menemukan variasi pencarian lainnya.

Pilih pertanyaan yang masih berkaitan dengan bisnis. Setelah itu, kembangkan pertanyaan tersebut menjadi artikel atau halaman FAQ.

Perhatikan Bagian People Also Ask

Hasil pencarian Google sering menampilkan bagian pertanyaan terkait atau People Also Ask. Bagian ini dapat memberikan gambaran tentang hal yang ingin diketahui pengguna dari sebuah topik.

Buka beberapa pertanyaan yang relevan dan catat pola pembahasannya. Anda dapat mengelompokkan pertanyaan berdasarkan kebutuhan, seperti informasi dasar, perbandingan, harga, hingga keputusan pembelian.

Cara ini membantu Anda menemukan ide tanpa harus memulai riset dari awal.

Lakukan Riset Keyword

Gunakan alat riset keyword untuk menemukan istilah yang sering dicari calon pelanggan. Perhatikan keyword berbentuk pertanyaan maupun frasa panjang.

Jangan hanya melihat jumlah pencarian. Periksa juga maksud pencarian dan hubungannya dengan produk atau layanan.

Keyword dengan pencarian lebih kecil tetap dapat memberikan manfaat jika menunjukkan kebutuhan yang sangat spesifik. Pengunjung seperti ini biasanya sudah memiliki tujuan yang lebih jelas.

Pantau Media Sosial

Media sosial juga menyimpan banyak pertanyaan pelanggan. Periksa komentar, pesan, diskusi, dan unggahan yang berkaitan dengan bidang bisnis Anda.

Perhatikan pertanyaan yang sering muncul dalam komunitas atau kolom komentar akun sejenis. Kemudian, buat pembahasan yang memberikan jawaban lebih lengkap.

Selain menghasilkan ide konten, cara ini membantu Anda memahami bahasa yang digunakan pelanggan ketika menjelaskan masalah mereka.

Periksa Forum dan Komunitas

Forum online dapat menunjukkan masalah yang sedang dibicarakan calon pelanggan. Cari diskusi berdasarkan produk, layanan, atau industri yang Anda jalankan.

Catat pertanyaan yang relevan dan lihat bagaimana orang lain menjawabnya. Setelah itu, buat konten dengan penjelasan yang lebih jelas, praktis, dan mudah dipahami.

Hindari menyalin pembahasan dari forum. Gunakan informasi tersebut sebagai inspirasi untuk menentukan sudut pandang konten.

Analisis Data Website

Jika website sudah memiliki trafik, manfaatkan data yang tersedia. Periksa keyword yang mendatangkan pengunjung dan halaman yang paling sering mereka buka.

Cari pola dari data tersebut. Jika banyak pengunjung datang melalui topik tertentu, buat pembahasan lanjutan yang masih berkaitan.

Anda juga dapat melihat halaman yang menghasilkan kontak atau permintaan informasi. Topik tersebut dapat menunjukkan kebutuhan pelanggan yang cukup kuat.

Buat Daftar Pertanyaan

Setelah mengumpulkan berbagai sumber, satukan semua pertanyaan dalam satu daftar. Kelompokkan berdasarkan kategori agar lebih mudah digunakan.

Contohnya, buat kategori harga, produk, layanan, penggunaan, perbandingan, dan pemesanan. Kemudian, tentukan pertanyaan yang paling relevan untuk menjadi prioritas konten.

Dengan daftar tersebut, Anda memiliki sumber ide yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Evaluasi dan Perbarui Konten

Kebutuhan pelanggan dapat berubah. Karena itu, jangan berhenti setelah menemukan beberapa pertanyaan.

Pantau perkembangan keyword, pertanyaan baru, serta respons pengunjung terhadap konten. Jika informasi sudah berubah, segera perbarui artikel agar tetap relevan.

Anda juga dapat menambahkan pertanyaan baru ke artikel lama jika masih memiliki hubungan dengan topik.

Kesimpulan

Cara mengetahui pertanyaan yang sering dicari pelanggan dapat dilakukan dengan mendengarkan pelanggan, memanfaatkan Google Suggest, melihat People Also Ask, melakukan riset keyword, serta memantau media sosial dan forum.

Selain itu, gunakan data website untuk menemukan pola pencarian dan susun semua pertanyaan dalam daftar konten. Dengan pendekatan tersebut, bisnis dapat membuat informasi yang lebih relevan dan membantu calon pelanggan menemukan jawaban yang mereka butuhkan. Jika ingin mengembangkan riset keyword dan strategi konten agar website lebih mudah ditemukan, jasa seo website dapat membantu menyusun strategi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Rahma Yani

By Rahma Yani

Rahma Yani adalah seorang pelajar yang memiliki minat di bidang SEO dan digital marketing serta aktif mempelajari strategi optimasi untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.