Cara mengolah jagung untuk pakan dapat memanfaatkan hampir seluruh bagian tanaman, mulai dari biji, batang, daun, kelobot, hingga tongkol.
Pemanfaatan tersebut membantu petani mengurangi limbah setelah panen sekaligus menyediakan bahan pakan untuk ternak. Batang dan daun jagung memiliki kandungan serat yang dapat mendukung kebutuhan pakan ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba.
1. Pilih Bagian Jagung
Petani perlu memilih bagian jagung yang masih layak sebelum melakukan pengolahan. Batang, daun, kelobot, dan tongkol dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan. Hindari bahan yang sudah membusuk atau ditumbuhi jamur karena kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas pakan.
Biji jagung juga dapat menjadi sumber energi dalam ransum. Sementara itu, bagian tanaman seperti batang dan daun lebih banyak menyumbang serat. Karena kandungan nutrisi setiap bagian berbeda, peternak dapat mengombinasikan jagung dengan bahan pakan lain agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi.
2. Cacah Bahan Jagung
Setelah memilih bahan, bersihkan bagian tanaman dari tanah dan kotoran. Kemudian, cacah batang dan daun menjadi potongan kecil. Pencacahan membuat bahan lebih mudah dicampur, dipadatkan, disimpan, serta dikonsumsi ternak.
Beberapa panduan pembuatan silase menggunakan ukuran sekitar 2–5 cm, sedangkan penelitian atau praktik tertentu menggunakan ukuran sekitar 2–3 cm.
Petani dapat mencacah bahan secara manual untuk jumlah kecil. Namun, penggunaan mesin jagung dapat membantu mempercepat pekerjaan ketika volume bahan cukup banyak. Potongan yang seragam juga memudahkan proses pencampuran dan pengolahan berikutnya.
3. Lakukan Proses Fermentasi
Peternak dapat mengolah cacahan jagung menjadi silase melalui fermentasi. Sebelum proses tersebut, bahan dapat dilayukan agar kadar airnya sesuai. Setelah itu, campurkan bahan tambahan sesuai formulasi yang digunakan, lalu masukkan cacahan ke dalam wadah atau plastik kedap udara.
Padatkan bahan secara merata untuk mengurangi udara di dalam wadah. Selanjutnya, tutup rapat agar proses fermentasi berlangsung dalam kondisi minim oksigen.
Beberapa metode menggunakan molase dan inokulan seperti EM4 sebagai bahan pendukung. Penelitian mengenai silase tanaman jagung juga menunjukkan bahwa lama fermentasi dapat memengaruhi karakteristik dan kandungan nutrisi silase.
Peternak perlu menjaga wadah tetap tertutup selama fermentasi. Setelah proses selesai, periksa kondisi pakan sebelum memberikannya kepada ternak. Silase berkualitas baik umumnya memiliki aroma asam yang segar, tekstur tidak berlendir, dan tidak menunjukkan pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan.
4. Simpan Pakan dengan Tepat
Penyimpanan menentukan kualitas pakan setelah proses pengolahan. Tempatkan silase dalam wadah yang benar-benar tertutup dan hindari masuknya udara. Setelah membuka wadah, ambil pakan secukupnya lalu tutup kembali bagian yang tersisa dengan rapat.
Jika peternak ingin memberikan bahan segar, cacah batang dan daun terlebih dahulu agar ternak lebih mudah memakannya. Peternak juga dapat mengeringkan bahan untuk membuat persediaan pakan.
Namun, metode pengawetan perlu disesuaikan dengan kondisi bahan, kebutuhan ternak, serta kemampuan penyimpanan yang tersedia.
5. Sesuaikan Kebutuhan Ternak
Pengolahan jagung tidak berarti seluruh kebutuhan nutrisi ternak dapat terpenuhi hanya dari satu bahan. Peternak perlu menyesuaikan komposisi pakan berdasarkan jenis, umur, dan kebutuhan ternak.
Limbah tanaman jagung terutama dapat berperan sebagai sumber serat sehingga perlu dipadukan dengan bahan lain yang menyediakan protein, energi, mineral, dan nutrisi tambahan.
Pemanfaatan limbah jagung juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi. Bahan yang sebelumnya terbuang dapat berubah menjadi sumber pakan dan membantu mengurangi ketergantungan pada hijauan ketika ketersediaannya menurun.
Kesimpulan
Cara mengolah jagung untuk pakan dapat dimulai dengan memilih bahan yang masih baik, mencacahnya, lalu mengolahnya menjadi pakan segar, kering, atau silase.
Pengolahan yang tepat membantu memanfaatkan sisa tanaman jagung sekaligus menyediakan alternatif pakan bagi ternak. Untuk mengetahui berbagai peralatan pengolahan hasil pertanian, Anda juga dapat mengunjungi Rumah Mesin.