Pada artikel kali ini kami  akan mengulas tentang proses panen padi tradisional di Indonesia. Sebelum membahas adat-adat apa sajakah itu, terlebih dahulu kita mengetahui pengertian dari panen. Panen adalah pemungutan (pemetikan) hasil sawah atau ladang.

Proses Panen Padi Tradisional 

  1. Siapkan peralatan untuk memanen padi, seperti : Sabit,  Alat Perontok Padi (Dalam bahasa Jawa disebut Gepyokan) dan Terpal sebagai alas saat merontokan padi.
  2. Langkah pertama, potong batang padi dengan menggunakan sabit. Caranya, genggam satu rumpun batang padi dan potong tepat di batang bagian bawah. Setelah itu, tumpuk ke dalam tumpukan kecil. Berhati-hatilah pada saat memotong batang padi, karena jika anda lalai, bukan tidak mungkin jari anda akan terpotong.
  3. Setelah semua batang padi terpotong, kumpulkan tumpukan-tumpukan kecil tersebut ke sisi terpal yang sudah digelar. Siapkan alat perontok tradisional, dan mulailah merontok padi.
  4. Merontok padi dapat dilakukan dengan cara memegang segengam batang padi. Pegang batang bagian bawah dan pukul-pukulkan padi ke alat perontok sampai bulir padi terpisah dari batang. Bagi pemula, jangan menggenggam batang padi terlalu besar, karena hasilnya tidak akan maksimal. Cara merontokan padi seperti ini cukup menguras tenaga.
  5. Terakhir, setelah semua padi selesai dirontokan. Bersihkan padi dari daun-daun padi yang ikut rontok beserta kotoran lainya. Jemur padi hingga kering dan padi siap untuk digiling atau disimpan untuk dikonsumsi sehari-hari ataupun dijual.

Untuk menghasilkan sebutir beras memerlukan usaha keras dari Petani, mulai dari Waktu, Materi, juga Tenaga. Oleh sebab itu jangan anda biasakan membuang-buang nasi atau menyisakan nasi.

Adat Panen Padi Tradisional

1.Ritual Adat Panen Padi Tradisional Mappadendang – Masyarakat Bugis

Ritual adat yang pertama ada Mappadendang, Mappadendang atau yang lebih dikenal dengan sebutan pesta panen pada suku Bugis-Makassar merupakan suatu pesta yang diadakan sebagai ucap rasa syukur atas keberhasilan para petani dalam menanam padi kepada yang maha kuasa.

2. Seren Taun – Masyarakat Sunda

Seren Taun adalah salah satu ritual adat panen yang  dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Sunda dari zaman dahulu sampai sekarang. Ritual ini adalah simbol dari rasa terima kasih yang dikirimkan Masyarakat Sunda kepada Tuhan.

Mereka akan menyerahkan beberapa bagian padi kepada ketua adat untuk disimpan di dalam lumbung yang dalam Bahasa Sunda sering disebut dengan leuit.

3. Penti – Masyarakat Flores

Penti adalah ritual adat panen yang berasal dari beberapa desa di wilayah Flores. Upacara adat ini dilakukan untuk memanjatkan rasa syukur kepada Sang Pencipta dan juga kepada para roh-roh nenek moyang dan alam semesta yang membantu membuat panen di desa itu jadi melimpah dan kegagalan yang sangat menakutkan tidak lagi datang.

Biasanya ritual ini dilakukan di rumah utama desa untuk penyembelihan hewan korban seperti ayam. Selanjutnya akan ada yang namanya pertunjukan seperti tarian atau nyanyian hingga menjelang senja

Terima kasih sudah membaca artikel proses panen padi tradisional. Hargailah setiap butir nasi, karena tidak semua orang seberuntung anda bisa mengkonsumsi nasi setiap hari. Terakhir, Tetap Hijaukan Bumi Kita.