Pada artikel kali ini akan menjelaskan proses pengolahan gula rafinasi dari tahap awal sampai tahap akhir.
Gula rafinasi adalah gula sukrosa yang diproduksi melalui tahapan pengolahan gula kristal mentah meliputi: afinasi – klarifikasi – dekolorisasi – kristalisasi–sentrifungsi – pengeringan dan pendinginan – pengemasan.
Gula rafinasi digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Rafinasi adalah gula yang proses produksinya dari bahan baku raw sugar melalui proses rafinasi untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman serta kebutuhan dibidang farmasi.
Pengolahan kristal gula mentah (raw sugar) menjadi gula rafinasi bisa dibilang cukup rumit. Pengolahan terdiri dari berbagai macam tahapan, dimana masing-masing dapat mencakup beberapa unit operasional pemisahan.
Proses pengolahan dari tiap tahapan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan tahapan sebelumnya.
Proses Pengolahan Gula Rafinasi

Berikut ini proses pembuatan gula rafinasi:
1. Afinasi pada Proses Pengolahan Gula Rafinasi
Langkah awal pengolahan raw sugar merupakan proses afinasi yaitu penghilangan lapisan molasses yang melapisi kristal gula.
Raw sugar dicampurkan dengan syrup bersuhu 70oC dengan kemurnian sedikit lebih tinggi sehingga tidak melarutkan kristal.
Pencucian raw sugar dengan penggunaan syrup berlebih dapat menurunkan efisiensi dari afinasi.
Hal itu disebabkan oleh volume magma yang diputar bertambah sedangkan kapasitas mesin tetap.
Tujuan afinasi yaitu mencuci kristal raw sugar agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehingga warnanya semakin cerah.
2. Klarifikasi
Hal ini bertujuan untuk membuang semaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan (melt liquor).
Dalam tahap klarifikasi ada 2 teknologi yang digunakan yaitu fosflotasi dan karbonatasi.
Teknologi fosflotasi digunakan di beberapa negara Asia sedangkan selebihnya memakai teknologi karbonatasi, termasuk pabrik rafinasi di Indonesia.
3. Filtrasi
Filtrasi yaitu proses pemisahan campuran antara cairan dengan zat padat tidak terlarut melalui media penapis (filter) yang meloloskan cairan namun menahan zat padatnya pada permukaan penapis (filter) disebut filtrasi.
Pabrik gula yang menggunakan rotary leaf filter dalam proses filtrasi memiliki keuntungan, yaitu filter cake yang dihasilkan memiliki ukuran yang sama yang disebabkan oleh bingkai-ningkai filter yang ikut berputar.
4. Dekolorisasi
Penghilangan warna adalah titik kritis dalam produksi gula rafinasi. Penghilangan warna dilakukan dengan pertukaran ion.
Pertukaran ion merupakan proses perempelan ion-ion bebas pada sekelompok ion tidak bebas yang berada pada polaritas yang berbeda.
Ion-ion yang menempel digantikan oleh ion lain yang berasal dari kelompok ion tidak bebas.
Ada dua teknologi yang lazim digunakan pada tahap dekolorisasi yaitu karbon aktif dan penukar ion, masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya.
Kedua teknologi tersebut dapat menurunkan warna sekitar 75-85 %, pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lokal.
5. Evaporasi
Evaporasi bertujuan menurunkan kadar air dan meningkatkan brix. Semakin kecil kandungan air bahan maka brix bahan akan semakin tinggi.
Peningkatan brix ditujukan untuk mempermudah dan mempercepat proses kristalisasi yang terjadi dalam vacuum pan.
6. Kristalisasi
Proses kristalisasi ditujukan untuk mengubah molekul-molekul sukrosa dalam fine liquor menjadi kristal gula dengan kehilangan minimum dan proses sesingkat mungkin.
Kristalisasi dilakukan di bejana vakum (65 cmHg) dengan penguapan liquor pada suhu sekitar 70-80 0C sampai mencapai supersaturasi tertentu.
Kemudian dimasukkan bibit kristal secara hati-hati sehingga inti kristal akan tumbuh mencapai ukuran yang diinginkan tanpa menumbuhkan kristal baru. Campuran kristal sukrosa dengan liquor disebut masakan.
7. Sentrifungsi
Pemisahan kristal dilakukan dengan memutar masakan dalam mesin sentrifugal agar menghasilkan kristal (gula A) dan sirop A.
Lalu sirop A dimasak seperti yang dilakukan sebelumnya menghasilkan gula B dan sirop B.
Demikian seterusnya secara berjenjang supaya menghasilkan gula A, B dan C yang masuk dalam katagori gula rafinasi.
8. Pengeringan dan Pendinginan pada Proses Pengolahan Gula Rafinasi
Pengeringan ditujukan untuk menurunkan kadar air yang tersisa pada gula sampai dengan kadar 0,05%.
Setelah proses pengeringan dibutuhkan pendinginan karena gula yang keluar suhunya masih relatif tinggi.
Apabila langsung dikemas mengakibatkan gula menjadi rusak. Penurunan kadar air pada gula sampai dengan batas tertentu dapat berlangsung dengan baik jika terjadi di setiap tempat dari bahan tersebut dan uap air yang diambil berasal dari semua permukaan bahan keluar.
Itulah tahapan-tahapan dalam proses pengolahan gula rafinasi. Semoga bermanfaat.
Saya merupakan penulis di yentit.com yang sangat tertarik pada perkembangan teknologi, terutama dalam dunia IT. Saya juga senang memperluas pengetahuan saya dan berbagi berbagai informasi terkait bisnis serta tips terbaru.