Nilai kandungan gizinya jelas terlihat bahwa fried chicken mengandung kalori dan lemak yang banyak. Hal ini juga dipengaruhi oleh cara memasaknya yaitu dengan dipanggang dan digoreng.
Suhu panas ketika menggoreng daging ayam membuat kandungan air dan protein didalam daging menghilang dan digantikan oleh lemak dari minyak sayur. Lemak yang terserap ini menyebabkan makanan Anda yang tadinya rendah kalori menjadi tinggi kalori, bahkan diketahui peningkatan kalori yang terjadi bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya.
Ekstra kalori yang didapat dari teknik memasak ini belum memperhitungkan tambahan karbohidrat dari adonan tepung halus pada kulit fried chicken . kebanyakan orang tidak cukup hanya makan friend chicken tanpa tambahan kentang goreng atau nasi. Kentang dan nasi ini juga berperan menambah pasokan karbohidrat yang berlebihan.
Semakin banyak karbohidrat yang anda makan, semakin banyak juga kalori yang masuk ke dalam tubuh dan disimpan sebagai tumpukan lemak. Semakin banyak lemak dalam tubuh, semakin anda berisiko kelebihan berat badan, kegemukan , dan diabetes.
Tips Membuat Fried Chicken Sehat
- Pisahkan kulitnya. Kulit ayam yang renyah adalah bagian yang paling enak dimakan. Namun, anda lebih baik memisahkan kulit ayam nya untuk mengurangi kadar lemak dan kalori pada fried chicken buatan anda sendiri
- Rendam ayam dengan buttermilk. Mengapa? Karena ini bertujuan untuk memecahkan protein dalam daging sehingga membuatnya empuk saat dimasak. Ini juga bisa membuat bumbu-bumbu yang anda masukkan kedalam daging ayam menjadi lebih meresap.
- Hindari metode deep fry. Untuk lebih sehat, anda bisa menggunakan oven. Eits, jangan salah. Menggunakan oven juga tetap bisa membuat fried chicken anda enak dan renyah, lho! Panaskan oven hingga 200 derajat celcius di awal, masukkan daging ayam, dan mulailah mengoven.
Tips Memilih Daging Ayam yang Sehat dan Segar

Tips untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar tentunya sangat perlu diperhatikan bagi kamu yang gemar makan ayam. Apalagi bagi ibu-ibu yang biasanya berbelanja kebutuhan untuk memasak ke pasar, memilih bahan makanan dengan teliti wajib dipraktikkan.
Apalagi, sekarang ini tidak semua daging ayam yang dijual di pasar adalah daging ayam yang berkualitas dan segar. Kamu perlu lebih teliti dalam mengenali daging ayam yang masih segar dengan yang sudah tidak berkualitas agar dapat mengonsumsi makanan yang sehat dan tentunya enak.
Cara untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar perlu diterapkan untuk mendapatkan daging berkualitas. Apalagi jika kamu memasak untuk keluarga atau untuk usaha jualan, tentunya pemilihan daging ayam yang sehat dan segar harus dilakukan agar keluarga terhindar dari segala macam masalah kesehatan.
1. Kenali Bau Ayam
Tips untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar yang pertama adalah mengenali bau ayam. Perhatikan dan cium apakah daging ayam menimbulkan bau. Daging ayam yang segar seharusnya tidak menimbulkan bau. Daging ayam utuh memiliki bau khas daging segar dan tidak akan menimbulkan bau anyir yang menyengat di hidung.
Jika mencium daging ayam dengan bau amis, sebaiknya kamu menghindarinya. Daging ayam tersebut bisa jadi sudah lama dijual dan kualitasnya sudah menurun. Hindari juga daging ayam berbau bahan kimia, yang berarti daging ayam tersebut sudah dicuci atau direndam dengan bahan kimia.
2. Perhatikan Warna Ayam
Cara untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar selanjutnya adalah dengan memperhatikan warna pada daging ayam. Daging ayam yang sehat dan segar berwarna merah muda, tidak abu-abu atau menghitam. Jika kulit dan dagingnya telihat putih kemerahan, tandanya masih segar.
Hindari daging ayam yang berwarna pucat hingga kebiruan. Hindari pula daging ayam yang warnanya mengkilap karena bisa jadi sudah diberi formalin.
3. Rasakan Tekstur Daging dan Kulit Ayam
Daging ayam yang padat atau kenyal adalah ciri daging ayam yan g masih segar dan sehat. Jangan memilih daging ayam yang jika dipegang, dagingnya terlalu lembek, berair dan akan hancur. Selain itu, jangan pula memilih yang bengkak atau terlalu keras, bisa jadi telah disuntik oleh penjual supaya lebih berat.
Tips untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar ini bisa dilakukan dengan menyentuh dan mengusap sedikit kulit daging ayam. Jika menemukan daging ayam dengan tekstur bertepung atau berpasir, sebaiknya kamu tidak membelinya karena berarti daging ayam tersebut diberi bahan kimia. Tekstur bertepung itu adalah sisa-sisa bahan kimia yang tidak terbilas.
4. Perhatikan Darah pada Ayam
Selain itu, cara untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar berikutnya adalah dengan memperhatikan darah. Pilihlah daging ayam yang tidak mengeluarkan banyak darah. Daging ayam yang masih berdarah-darah menunjukkan ia ditangani dengan cara yang kasar, dan risiko kontaminasi bakterinya jauh lebih tinggi atau bisa jadi daging ayam ini telah dibekukan dan dicairkan selama beberapa kali.
5. Perhatikan Ada Tidaknya Lalat yang Hinggap
Lalat memang binatang yang dihindari karena membawa bibit penyakit. Namun, dalam tips untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar ini, lalat justru bisa jadi indikator yang baik.
Jika kamu membeli daging ayam utuh di pasar, perhatikan apakah ada lalat yang hinggap pada daging ayam atau tidak. Jika tidak ada, justru kamu patut curiga sebab daging ayam tersebut bisa jadi mengandung bahan kimia.
6. Tekan Daging Ayam
Cara untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar selanjutnya adalah dengan mencoba menekan dagingnya. Daging ayam yang masih segar bertekstur elastis. Jika bekas tekanan langsung kembali ke bentuk semula, maka tandanya daging ayam masih segar.
Sebaliknya, jika daging ayam ditekan, bekasnya lama atau tidak cepat kembali ke bentuk semula, berarti karkas ayam sudah cukup lama. Bisa jadi daging ayam sudah berulang kali melalui proses pembekuan (penyimpanan), sehingga sel dagingnya sudah rusak dan tidak elastis.
7. Lihat Kemasan
Selain itu, jika kamu membeli daging ayam utuh di supermarket, perhatikan bungkusnya. Hal ini juga harus diperhatikan sebagai salah satu tips untuk memilih daging ayam yang sehat dan segar di pasar. Pilih daging ayam utuh yang bungkusnya masih utuh dan rapi.
Bungkus daging ayam yang sobek tidak berfungsi sempurna melindungi daging ayam dengan baik. Sehingga debu bahkan kuman bisa saja sudah bersarang di dalam bungkus tersebut.


